BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Inovasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di bidang teknologi maritim kembali mendapat pengakuan internasional. Melalui rancangan kapal ramah lingkungan bernama Flying Dutchman, tim riset Hydromodelling dan Arkana ITS berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026 yang digelar oleh The Society of Naval Architects & Marine Engineers (SNAME).
Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut menguji kemampuan peserta dalam menghadirkan desain kapal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki dasar perhitungan teknis dan peluang penerapan di dunia industri maritim.
Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS Farizha Habibie menjelaskan, kompetisi berlangsung secara daring mulai Maret hingga Juni 2026. Setelah melalui proses penilaian, pengumuman pemenang dilakukan pada 15 Agustus 2026.
Para pemenang selanjutnya dijadwalkan menghadiri agenda presentasi dan penyerahan penghargaan dalam SNAME Maritime Conference (SMC) di Amerika Serikat pada 28-30 Oktober 2026.
“Peserta tidak hanya membuat desain kapal secara teori. Desain tersebut harus realistis, feasible, dan dibuktikan melalui perhitungan,” ujar Farizha.
Dalam kompetisi tersebut, tim ITS menghadirkan konsep kapal yang dirancang untuk mendukung aktivitas operasional lepas pantai dan laut dalam. Kapal Flying Dutchman memiliki ukuran length of perpendicular 90 meter, lebar 20 meter, tinggi 8 meter, serta sarat air 6,4 meter.
Kapal dengan kecepatan dinas 14 knot itu dirancang memiliki bobot mati hingga 4.000 ton dengan kapasitas muatan mencapai 3.600 metrik ton.
Dalam simulasi pelayaran di perairan Natuna, kapal tersebut mampu mendukung berbagai kebutuhan industri maritim, seperti membawa modul struktur bawah laut, logistik rig, peralatan inspeksi dan perbaikan pipa, hingga fluida pengeboran.
Keunggulan utama desain Flying Dutchman terletak pada penerapan teknologi hybrid fuel engine berbasis hidrogen. Sistem tersebut memanfaatkan hidrogen bertekanan tinggi yang dialirkan ke mesin dual-fuel untuk menghasilkan energi listrik.
Energi tersebut kemudian digunakan untuk menggerakkan motor propulsi azimuth thruster serta mendukung berbagai peralatan misi bawah kapal.
Menurut Farizha, penggunaan teknologi hidrogen memungkinkan kapal beroperasi selama 12-20 hari di wilayah Natuna dengan tingkat emisi karbon yang mendekati nol.
Tidak hanya mengandalkan sistem energi bersih, tim ITS juga memperhatikan aspek efisiensi desain kapal. Lambung kapal menggunakan konsep X-bow yang berfungsi mengurangi hambatan sekaligus meningkatkan stabilitas saat beroperasi di laut.
Sementara itu, struktur bagian atas kapal menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yang lebih ringan dan memiliki ketahanan terhadap korosi air laut.
“Konsep ini menjawab owner requirements karena sesuai standar resmi dan didukung data perhitungan yang valid,” kata Farizha.
Tim riset gabungan dari Departemen Teknik Perkapalan ITS tersebut terdiri atas enam mahasiswa. Faiz Yudistira Hidayat menangani 3D modelling, Diarza Syafa bertugas sebagai design hull analyst, dan Najzwa Gita Purnama Putri mengerjakan general arrangement, machinery, and propulsion.
Sementara Emilda Safa’atus Sholihah bertanggung jawab pada background analysis and formatting, Farizha Habibie mengerjakan construction and structure analyst, sedangkan Hafizh Dzaky Firananda menangani electrical, HVAC and EEDI analyst.
Perancangan kapal tersebut dikerjakan selama empat bulan, mulai Februari hingga Juni 2026. Dalam prosesnya, tim menerapkan metode spiral design yang membutuhkan koordinasi erat antaranggota untuk memastikan setiap tahapan desain berjalan efektif.
Di bawah arahan dosen Ir Rizky Chandra Ariesta, capaian tim Hydromodelling dan Arkana ITS tersebut memperkuat posisi ITS sebagai kampus yang aktif mengembangkan inovasi di bidang kemaritiman.
Farizha berharap karya yang dibawa dalam kompetisi internasional tersebut dapat memberi kontribusi lebih luas bagi perkembangan teknologi kapal ramah lingkungan. “Semoga tim kami nantinya mampu terus membawa nama Indonesia lebih harum lagi,” tuturnya.
Prestasi tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan transportasi laut yang lebih berkelanjutan.


















