BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Perayaan kemerdekaan di lingkungan sekolah tidak selalu harus diterjemahkan dalam upacara dan perlombaan. Di Yayasan Khadijah Surabaya, semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi ruang pendidikan yang mempertemukan nasionalisme, pembentukan karakter, kebersamaan, hingga keteladanan akhlak.
Sekitar 1.600 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA Khadijah mengikuti rangkaian Semarak Agustus 2026 pada 18–19 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya itu mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Menguatkan Persatuan Indonesia”.
Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini berdekatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Panitia Semarak Agustus 2026 Yayasan Khadijah Surabaya, Samsul Ma’arif, S.Pd., mengatakan kedekatan dua momentum tersebut menjadi alasan panitia mengaitkan semangat kemerdekaan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Karena mendekati peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kami mengambil tema ‘Meneladani Akhlak Nabi Menguatkan Persatuan Indonesia’,” ujar Samsul yang juga Wakil Kepala SMP Khadijah bidang kesiswaan.
Rangkaian kegiatan dirancang melibatkan siswa dari seluruh jenjang pendidikan di bawah Yayasan Khadijah. Perlombaan yang dipilih pun tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan.
Tarik tambang, lari estafet kardus, gobak sodor, bola voli besar, serta sejumlah permainan tradisional lainnya menempatkan kerja sama, komunikasi, sportivitas dan kemampuan menghargai orang lain sebagai bagian dari proses permainan.
Di titik inilah perlombaan kemerdekaan memperoleh dimensi pendidikan yang lebih substantif. Permainan tradisional memaksa anak keluar dari ruang personalnya.
Mereka harus berkomunikasi, menyusun strategi, memahami peran anggota kelompok, menerima keputusan bersama, sekaligus berhadapan dengan situasi menang dan kalah.


















