Pendidikan

KKN ITB Widya Gama Lumajang Dorong UMKM Yosowilangun Kidul Naik Kelas

2
×

KKN ITB Widya Gama Lumajang Dorong UMKM Yosowilangun Kidul Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
KKN ITB
PJ Kepala Desa Yosowilangun Kidul saat memberikan sambutan

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Pelaku usaha mikro di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, didorong naik kelas.

Mereka tidak sekadar mampu memproduksi barang, tetapi juga harus memiliki legalitas, manajemen keuangan yang tertata, serta strategi pemasaran digital. Sehingga produknya mampu menembus pasar yang lebih luas.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi legalitas usaha untuk produk layak edar dan katalog produk untuk pemasaran digital, yang menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang di Desa Yosowilangun Kidul, Selasa (18/8/2026) tadi malam.

Pj Kepala Desa Yosowilangun Kidul, Samsul Hadi, menyambut positif kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut.

Dia berharap KKN tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

“Semoga KKN dari mahasiswa ITB Widya Gama Lumajang ini bisa memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar produknya bisa naik kelas,” kata Samsul Hadi.

Menurut Samsul, persoalan UMKM saat ini bukan semata-mata kemampuan menghasilkan produk. Tantangan berikutnya justru bagaimana produk tersebut memiliki legalitas yang jelas, layak edar, mempunyai kemasan dan katalog yang baik, serta mampu dipasarkan melalui kanal digital.

Karena itu, materi mengenai legalitas usaha, produk layak edar, katalog digital dan manajemen keuangan dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di tingkat desa.

“Kami juga berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak ITB Widya Gama Lumajang ini. Semoga apa yang diberikan dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Desa Yosowilangun Kidul,” ujarnya lagi.

Persoalan klasik UMKM selama ini adalah produk sudah ada, tetapi belum seluruhnya didukung administrasi dan tata kelola usaha yang memadai.

Legalitas usaha menjadi salah satu pintu penting agar pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat ketika hendak memperluas pasar. Di sisi lain, katalog digital dibutuhkan agar produk tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi dapat diperkenalkan kepada konsumen melalui berbagai platform digital.

ITB Widya Gama Lumajang sendiri memiliki rekam jejak dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan UMKM. Kampus tersebut sebelumnya menjalankan pendampingan UMKM yang mencakup Harga Pokok Penjualan (HPP), branding, NIB hingga uji pasar.

Artinya, kegiatan KKN di Yosowilangun Kidul dapat menjadi momentum untuk membawa pelaku usaha dari pola usaha tradisional menuju pengelolaan bisnis yang lebih terukur.

Apalagi ITB Widya Gama Lumajang memiliki program studi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan tersebut, antara lain Akuntansi, Manajemen dan Informatika. Kampus ini juga menyatakan pengembangan ekonomi, bisnis, teknologi dan kewirausahaan sebagai bagian dari arah pengembangannya.

Sementara itu, salah satu perangkat Desa Yosowilangun Kidul, Basori, mengungkapkan bahwa masyarakat sebenarnya sudah cukup sering mendapatkan pelatihan terkait pengembangan usaha.

Namun, persoalan yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius adalah keberlanjutan setelah pelatihan selesai.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60