Pendidikan

KKN ITB Widya Gama Lumajang di Yosowilangun Kidul Sentuh UMKM dan Digitalisasi Layanan Desa

1
×

KKN ITB Widya Gama Lumajang di Yosowilangun Kidul Sentuh UMKM dan Digitalisasi Layanan Desa

Sebarkan artikel ini
KKN ITB
Kegiatan KKN Mahasiswa ITB Widya Gama bersama masyarakat pecinta seni Desa Yosowilangun Kidul

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang 2026 mulai menunjukkan wajah berbeda. Tidak sekadar datang ke desa, menjalankan kegiatan seremonial, lalu pulang setelah masa penugasan berakhir, mahasiswa justru dituntut meninggalkan program yang dapat terus digunakan masyarakat.

Semangat tersebut dibawa mahasiswa KKN ITB Widya Gama Lumajang di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Mengusung semangat besar kampus “Wiga Berdampak”, program KKN diarahkan agar ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah benar-benar diterjemahkan menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa dan masyarakat. Sejumlah program kerja disusun berdasarkan hasil observasi serta komunikasi dengan perangkat desa, sehingga tidak semata-mata berdasarkan asumsi mahasiswa.

Ada sejumlah program yang menjadi perhatian utama, mulai dari penguatan UMKM, digital marketing, desain label kemasan, edukasi legalitas usaha, hingga digitalisasi pelayanan administrasi desa.

Salah satu fokus KKN adalah mendampingi pelaku UMKM agar tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang.

Mahasiswa memberikan pendampingan terkait digital marketing, pembuatan label kemasan yang lebih menarik, serta pemahaman mengenai legalitas usaha.

Persoalan tersebut dinilai penting karena persaingan produk di era digital tidak hanya ditentukan oleh rasa maupun kualitas barang. Kemasan, identitas produk, legalitas, hingga kemampuan memasarkan produk melalui kanal digital menjadi bagian penting untuk memperluas pasar.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Desa Yosowilangun Kidul meningkatkan daya saing sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

Program lainnya adalah Pojok Oleh-Oleh, sebuah wadah pemasaran offline yang dirancang untuk mempertemukan produk-produk pelaku usaha lokal dalam satu ruang.

Konsep ini diharapkan menjadi etalase produk desa sekaligus membuka peluang agar produk UMKM setempat lebih mudah dikenal masyarakat maupun pendatang.

Jika dikelola secara konsisten, Pojok Oleh-Oleh bukan hanya menjadi tempat memajang produk, tetapi dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi desa.

Yang tak kalah menarik adalah program digitalisasi pelayanan administrasi desa.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60