Mahasiswa KKN merancang website khusus layanan pembuatan surat desa. Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat mengajukan kebutuhan surat secara lebih praktis dengan mengisi data melalui website.
Setelah pengajuan masuk, proses selanjutnya dilakukan melalui validasi oleh pemerintah desa. Setelah dinyatakan sesuai dan disetujui kepala desa, warga dapat mengambil dokumen yang telah dicetak di kantor desa.
Model tersebut diharapkan mampu memangkas proses yang selama ini mengharuskan warga datang berulang kali hanya untuk mengurus administrasi.
Namun, digitalisasi pelayanan juga bukan sekadar membuat website. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan pemerintah desa dalam mengelola sistem, memperbarui data, menjaga keamanan informasi, serta memastikan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital tetap memperoleh pelayanan yang setara.
Di sinilah tantangan sebenarnya dari program KKN tersebut: apakah inovasi akan berhenti ketika mahasiswa meninggalkan desa, atau justru menjadi sistem yang terus digunakan?
KKN selama ini kerap identik dengan kegiatan sosial, kerja bakti, perlombaan, maupun program temporer. Namun, pendekatan yang dibawa ITB Widya Gama Lumajang di Yosowilangun Kidul mencoba mendorong mahasiswa agar meninggalkan sesuatu yang lebih konkret.
Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik dan memenuhi SKS, tetapi juga belajar membaca persoalan masyarakat secara langsung.
Mereka berhadapan dengan realitas yang tidak selalu sama dengan teori di ruang kuliah.
Kemampuan berkomunikasi dengan warga, berdiskusi dengan perangkat desa, membangun kerja sama, menyusun program, menyelesaikan persoalan, hingga mempertanggungjawabkan hasil kegiatan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja maupun terjun langsung ke tengah masyarakat.
Sementara bagi warga, kehadiran mahasiswa membuka akses terhadap pengetahuan dan keterampilan baru, terutama dalam bidang digital, pemasaran, pengembangan UMKM dan pelayanan administrasi.
Alfi, mengatakan koordinator desa (Kordes) KKN ITB Widya Gama Lumajang di Desa Yosowilangun Kidul, Alfi Yusrian, menegaskan program yang dijalankan tidak ingin berhenti sebagai kegiatan mahasiswa semata.


















