Pendidikan

Unusa Satukan Pemuda 8 Negara Lewat BRAVE! VIBES 2026, Percepat Pencapaian SDGs

2
×

Unusa Satukan Pemuda 8 Negara Lewat BRAVE! VIBES 2026, Percepat Pencapaian SDGs

Sebarkan artikel ini
UNUSA

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui BRAVE! VIBES 2026.

Program internasional ini mempertemukan generasi muda dari delapan negara untuk membahas kepemimpinan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Mengusung tema “Youth Leadership in Achieving SDGs: Tackling Poverty, Advancing Education, and Driving Economic Growth,” kegiatan yang diselenggarakan oleh Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS) itu berlangsung selama empat hari.

Peserta mengikuti diskusi, lokakarya, pertukaran budaya, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran lintas negara.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan BRAVE yang keenam. Sebanyak 13 peserta berasal dari Thailand, Filipina, Kenya, Nigeria, Saudi Arabia, Timor Leste, Madagascar, dan Indonesia.

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan BRAVE bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang belajar yang memberi pengalaman langsung bagi generasi muda untuk membangun jejaring internasional sekaligus mengasah kepemimpinan.

Menurutnya, tantangan global tidak dapat diselesaikan oleh satu negara maupun satu disiplin ilmu. Karena itu, kolaborasi lintas budaya menjadi kebutuhan untuk melahirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.

“Melalui BRAVE! VIBES 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Selama empat hari ke depan, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kemiskinan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga belajar langsung bagaimana kolaborasi lintas budaya dapat melahirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Tri Yogi Yuwono.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan BRAVE merupakan bagian dari komitmen Unusa dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mendukung pencapaian SDGs.

Perguruan tinggi, kata dia, memiliki peran menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menjadi agen perubahan.

Prof. Tri Yogi menilai persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi saling berkaitan sehingga memerlukan pendekatan yang terintegrasi.

Karena itu, mahasiswa dan pemuda perlu didorong menjadi pemimpin yang mampu memberdayakan masyarakat, memperluas akses pendidikan berkualitas, sekaligus mengembangkan inovasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Jangan menunggu hingga memiliki jabatan untuk mulai memimpin. Dunia membutuhkan kepemimpinan anak muda hari ini. Jadikan empat hari di UNUSA sebagai ruang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring yang kelak melahirkan perubahan nyata bagi dunia,” pesannya saat membuka BRAVE! VIBES 2026.

Melalui BRAVE! VIBES 2026, Unusa menempatkan kolaborasi internasional sebagai bagian dari strategi memperkuat kepemimpinan generasi muda dalam mendukung pencapaian SDGs.

Program ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring global yang diharapkan melahirkan solusi nyata bagi tantangan pembangunan berkelanjutan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60