BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Di era banjir informasi, keberhasilan sebuah program pemerintah tak lagi hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaannya, tetapi juga oleh kemampuan menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Atas dasar itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memperkuat kolaborasi dalam membangun komunikasi publik yang lebih efektif dan berdampak luas.
Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan kunjungan Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, bersama jajaran ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Senin (20/7/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan agenda saling berbagi pengalaman mengenai strategi kehumasan, kemitraan media, hingga pengembangan pola komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, mengatakan tantangan lembaga pemerintah saat ini bukan sekadar menjalankan program, melainkan memastikan masyarakat memahami manfaat dari setiap kebijakan yang dijalankan.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Masing-masing institusi memiliki pengalaman dan kekuatan yang dapat saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada publik.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarinstansi. Kami berharap pengalaman BKKBN Jawa Timur dalam membangun kemitraan dengan media dapat menjadi referensi dalam memperkuat publikasi program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Shodiqin.
Selama ini, kata dia, BKKBN Jawa Timur mengembangkan Media Center yang diperkuat oleh berbagai unsur komunikasi, termasuk Tim PIJAR yang secara konsisten membangun hubungan dengan media massa.
Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam memperluas penyebaran Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), sehingga berbagai program pemerintah lebih mudah dipahami masyarakat.
Menurut Shodiqin, komunikasi publik tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pelengkap, melainkan bagian dari strategi pembangunan.
Informasi yang tersampaikan secara tepat akan mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi pemerintah.
Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengakui pengalaman BKKBN Jawa Timur dalam mengelola komunikasi publik menjadi referensi penting bagi lembaganya.
Ia menilai pola kemitraan dengan media yang dibangun BKKBN layak diadopsi untuk memperkuat publikasi berbagai program pengawasan obat dan makanan.
BBPOM Surabaya, kata Yudi, menjalankan beragam program strategis, mulai dari pengawasan obat, pangan, kosmetik, pembinaan pelaku usaha, hingga edukasi mengenai keamanan produk. Namun, berbagai program tersebut membutuhkan dukungan komunikasi yang lebih masif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih baik dalam komunikasi publik. Apa yang telah dilakukan BKKBN Jawa Timur menjadi inspirasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas publikasi sehingga masyarakat semakin memahami peran dan pelayanan yang diberikan pemerintah,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, publikasi merupakan bagian dari transparansi sekaligus akuntabilitas lembaga negara.
Semakin terbuka informasi yang disampaikan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk memahami sekaligus memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah.
Selain membahas penguatan kemitraan media, kedua instansi juga bertukar pandangan mengenai strategi komunikasi digital, pengelolaan informasi publik, pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, serta peluang kolaborasi dalam menyampaikan berbagai program edukasi kepada masyarakat Jawa Timur.


















