Entertainment

Meet and Greet Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” di Lumajang Meriah

1
×

Meet and Greet Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” di Lumajang Meriah

Sebarkan artikel ini
Lastri
Warga yang berjubel ingin berfoto ria dengan artis film Lastri

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Antusiasme masyarakat Kabupaten Lumajang terhadap film “Lastri: Arwah Kembang Desa” begitu tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya acara meet and greet bersama para pemain dan tim produksi yang dipenuhi warga dari berbagai kalangan.

Sejak acara dimulai, masyarakat tampak antusias ingin bertemu langsung dengan para pemeran sekaligus mengetahui proses produksi film yang mengambil lokasi syuting di kawasan kaki Gunung Semeru.

Banyak warga mengaku bangga karena untuk pertama kalinya bentang alam khas Lumajang mendapat porsi penting dalam sebuah film layar lebar nasional.

Film garapan sutradara Hendry Tivo, ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026. Selain menghadirkan kisah drama horor, film ini juga menjadi karya layar lebar terakhir mendiang aktor Gery Iskak ini.

Dalam acara tersebut, warga berharap film ini tidak hanya sukses di bioskop, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata dan keindahan alam Lumajang kepada masyarakat Indonesia.

Salah seorang warga yang hadir mengaku bangga karena daerahnya dipercaya menjadi lokasi utama pengambilan gambar.

“Kami sangat senang akhirnya Lumajang menjadi lokasi produksi film nasional. Selama ini Lumajang dikenal karena Gunung Semeru dan wisata alamnya, sekarang semakin dikenal lewat dunia perfilman. Semoga film ini sukses dan membuat semakin banyak orang datang ke Lumajang,” ujar Wati kepada wartawan, Minggu (5/7/2026) tadi malam.

Warga lainnya menilai kehadiran produksi film berskala nasional menjadi bukti bahwa Lumajang memiliki lanskap alam yang layak menjadi lokasi syuting berbagai genre film.

“Kami bangga. Ini bukan hanya tentang film horor, tetapi juga tentang bagaimana nama Lumajang diangkat ke tingkat nasional. Semoga ke depan semakin banyak rumah produksi memilih Lumajang sebagai lokasi syuting,” kata Sule.

Suasana hangat dan penuh antusias terlihat sepanjang acara. Banyak pengunjung mengabadikan momen bersama para pemain, meminta tanda tangan, hingga berfoto bersama. Kehadiran para pemeran disambut meriah dengan tepuk tangan dan sorak sorai dari masyarakat.

Momentum tersebut dinilai menjadi angin segar bagi promosi daerah. Selain memperkenalkan keindahan kawasan kaki Gunung Semeru, film ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga pelaku jasa di Kabupaten Lumajang.

Dengan mengangkat keindahan alam seperti Teras Semeru, jembatan aliran lahar, dan hamparan pasir vulkanik sebagai bagian penting dalam cerita, “Lastri: Arwah Kembang Desa” diharapkan tidak hanya sukses sebagai film horor, tetapi juga menjadi etalase yang memperkenalkan pesona Lumajang kepada jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Bagi masyarakat Lumajang, film ini bukan sekadar tontonan. Lebih dari itu, menjadi simbol kebanggaan karena daerah mereka mendapat panggung di industri perfilman nasional dan berpeluang semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi produksi film yang memiliki karakter alam yang unik dan autentik.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60