Entertainment

Sekawan Limo 2 Bikin Pecah Lumajang! MOPIC Padati Gedung

28
×

Sekawan Limo 2 Bikin Pecah Lumajang! MOPIC Padati Gedung

Sebarkan artikel ini
Sekawan limo
Kru film sekawan limo saat hadir dihadapan ratusan penonton.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Di tengah rutinitas kerja yang melelahkan, tugas sekolah yang menumpuk, hingga tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, film horor-komedi Sekawan Limo 2 hadir menjadi pelipur lara. Tidak sekadar menawarkan hiburan, film berbahasa Jawa ini sukses menghadirkan gelak tawa yang menggema di bioskop dan menyatukan penonton dari berbagai kalangan.

Antusiasme itu terlihat jelas saat rombongan pemain dan kru Sekawan Limo 2 menyambangi Bioskop MOPIC Cinema Lumajang, Selasa (2/6/2026). Gedung bioskop dipenuhi penonton. Hampir seluruh kursi terisi, menciptakan suasana meriah yang jarang terlihat dalam kunjungan promosi film.

Kehadiran para artis dan kru disambut hangat masyarakat Lumajang. Bahkan, suasana semakin pecah ketika lagu legendaris “Yo Wes Ben” diputar dan dinyanyikan bersama-sama oleh seluruh penonton yang hadir.

Tak hanya itu, sejumlah doorprize dibagikan kepada penonton. Berbagai pertanyaan seputar film juga dilontarkan para artis kepada penonton, yang dijawab dengan penuh semangat dan diselingi gelak tawa.

“Kalau ingin happy dan ketawa-ketawa, ya nonton Sekawan Limo 2. Hilangkan penat, suntuk, dan pusing setelah bekerja atau sekolah. Ajak keluarga, teman, sahabat, adik, kakak, ayah dan bunda untuk menonton bersama,” ujar salah satu pemain di hadapan penonton yang memadati 2 gedung studio.

Hampir Sentuh 1 Juta Penonton. Kesuksesan Sekawan Limo 2 tidak hanya terlihat dari ramainya bioskop saat tur promosi. Secara nasional, film ini juga menunjukkan performa yang mengesankan.

Hingga saat ini, jumlah penonton telah mendekati angka satu juta orang. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa film horor-komedi berbalut budaya Jawa ini diterima luas oleh masyarakat.

Sutradara Sekawan Limo 2, Bayu Skak, mengaku optimistis target satu juta penonton bisa tercapai sebelum satu minggu penayangan.

“Alhamdulillah, sekarang sudah hampir satu juta penonton. Semoga sebelum satu minggu bisa tembus satu juta. Dukungan masyarakat luar biasa,” kata Bayu kepada media ini, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa film daerah dengan bahasa Jawa memiliki daya tarik kuat dan mampu bersaing di industri perfilman nasional.

Tantang Rekor 2,5 Juta Penonton. Optimisme semakin menguat karena Sekawan Limo pertama berhasil mencetak rekor sekitar 2,5 juta penonton. Kini, target yang sama bahkan lebih tinggi mulai dibidik oleh tim produksi.

“Semoga capaian Sekawan Limo pertama bisa dilampaui. Kami ingin terus membawa film berbahasa Jawa semakin dikenal luas,” ujar Bayu menambahkan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan film ini bukan hanya soal angka penonton, melainkan juga tentang memperkenalkan budaya dan bahasa Jawa kepada publik yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Kami ingin ikut meramaikan dan menyukseskan film berbahasa Jawa agar semakin dikenal, bahkan sampai tingkat internasional,” imbuhnya.

Lumajang Jadi Titik Penting Tur Tapal Kuda. Bayu menjelaskan bahwa tur promosi Sekawan Limo 2 telah berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Perjalanan dimulai dari Surabaya, kemudian berlanjut ke Malang dan Probolinggo sebelum akhirnya tiba di Lumajang. Setelah itu, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Jember dan Banyuwangi.

“Tour ini sudah sekitar tiga mingguan. Setelah Surabaya, Malang, Probolinggo, langsung ke Lumajang. Setelah ini lanjut ke Jember dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Lumajang dipilih sebagai salah satu kota penting dalam rangkaian tur kawasan Tapal Kuda karena memiliki basis penonton yang besar dan antusias terhadap karya-karya lokal.

Selain itu, kondisi keamanan yang kondusif membuat kegiatan promosi berlangsung lancar dan penuh kegembiraan.

Tawa Jadi Obat Pelepas Penat. Banyak penonton mengaku puas setelah menyaksikan film tersebut. Mereka menilai Sekawan Limo 2 berhasil memadukan unsur horor dan komedi secara seimbang sehingga membuat penonton tegang sekaligus tertawa dalam waktu bersamaan.

“Saya datang bersama keluarga. Filmnya lucu sekali, sampai perut sakit karena kebanyakan ketawa. Cocok untuk hiburan setelah capek bekerja,” ujar Atiek, salah seorang penonton.

Sementara itu, Rizqi, seorang pelaku usaha asal Lumajang, mengaku sengaja datang bersama istri dan teman-temannya.

“Filmnya seru dan menghibur. Banyak adegan lucu yang tidak terduga. Pokoknya rekomendasi buat yang lagi suntuk,” katanya.

Film Lokal yang Menjadi Kebanggaan. Keberhasilan Sekawan Limo 2 menjadi fenomena tersendiri di tengah persaingan ketat industri film nasional. Film yang mengusung bahasa dan budaya Jawa itu membuktikan bahwa karya lokal mampu menarik perhatian publik dalam jumlah besar.

Dengan capaian yang hampir menyentuh satu juta penonton, dukungan masyarakat yang terus mengalir, serta antusiasme luar biasa di setiap kota yang disinggahi, Sekawan Limo 2 kini berada di jalur yang tepat untuk menciptakan rekor baru.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah film ini akan menembus satu juta penonton, melainkan seberapa jauh film horor-komedi kebanggaan Jawa Timur ini mampu melampaui capaian 2,5 juta penonton yang ditorehkan pendahulunya.

Satu hal yang pasti, dari Surabaya hingga Lumajang, tawa penonton telah menjadi bukti bahwa Sekawan Limo 2 bukan sekadar film, melainkan fenomena hiburan yang sedang mengguncang layar lebar Indonesia.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60