Pendidikan

ITS Kembangkan Teknologi Deteksi Minyak Babi dengan Metode Nano Kolorimetri

8
×

ITS Kembangkan Teknologi Deteksi Minyak Babi dengan Metode Nano Kolorimetri

Sebarkan artikel ini
ITS
Hasil reaksi warna pada strip test kit rancangan dosen Departemen Teknik Fisika ITS Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama timnya yang menunjukkan kandungan minyak babi.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kekhawatiran terhadap kandungan halal dan haram pada makanan masih menjadi persoalan bagi sebagian umat muslim, terutama saat bepergian ke negara dengan mayoritas penduduk nonmuslim.

Tidak sedikit wisatawan muslim yang merasa ragu terhadap bahan baku makanan yang dikonsumsi, khususnya terkait penggunaan minyak babi dalam proses pengolahan pangan.

Menjawab persoalan tersebut, Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi berupa strip test kit pendeteksi kandungan minyak babi yang praktis, cepat, dan ekonomis.

Inovasi ini dipimpin oleh dosen Departemen Teknik Fisika ITS, Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama sejumlah peneliti dari Pusat Studi Halal ITS, di antaranya Profesor Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.

Ruri menjelaskan, alat tersebut dirancang menyerupai setrip pengukur pH air yang mudah digunakan masyarakat umum.

Melalui inovasi ini, proses pendeteksian kandungan minyak babi tidak lagi harus bergantung pada pengujian laboratorium berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun teknologi elektrokimia yang cenderung rumit dan membutuhkan biaya tinggi.

“Alat ini bekerja menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano. Jadi pengguna cukup melakukan pengujian sederhana dan melihat perubahan warna yang muncul dari reagen,” ujar Ruri, Selasa (26/5/2026).

Dalam proses pengembangannya, tim peneliti ITS melakukan serangkaian eksperimen untuk menemukan formulasi reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi pada makanan.

Teknologi yang digunakan mengandalkan metode deteksi optis melalui sinyal perubahan warna atau kolorimetri.

Menurut Ruri, perubahan warna tersebut terjadi akibat reaksi kimia antara reagen dengan kandungan minyak tertentu yang menjadi target deteksi.

Semakin jelas perubahan warna yang muncul, semakin tinggi tingkat sensitivitas alat terhadap kandungan yang diuji.

Pengembangan teknologi ini tidak berhenti pada deteksi minyak babi semata. Ke depan, tim peneliti ITS juga berupaya memperluas fungsi alat agar mampu mendeteksi berbagai zat pemicu alergi dalam makanan menggunakan metode serupa.

“Ke depan tidak hanya terbatas pada halal dan haram. Bahan-bahan pemicu alergi juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” terang Ruri.

Ia menilai, inovasi tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya muslim traveler dan individu dengan sensitivitas alergi tertentu.

Dengan alat yang sederhana dan mudah dibawa, pengguna dapat memastikan keamanan makanan secara mandiri di berbagai situasi.

Selain menyasar kebutuhan individu, inovasi ini juga dinilai berpotensi mendukung sektor kuliner dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kehadiran alat deteksi mandiri memungkinkan konsumen memiliki kepercayaan lebih terhadap produk pangan yang beredar di masyarakat.

Ruri menambahkan, timnya tengah berupaya mengembangkan produksi material hingga perangkat deteksi secara mandiri di lingkungan ITS.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem entrepreneurial university sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor.

Saat dipasarkan nanti, strip test kit pendeteksi kandungan minyak babi ini diperkirakan dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu untuk sekali pengujian. Harga tersebut masih berpotensi ditekan apabila proses produksi dilakukan dalam skala yang lebih besar.

“Harga jualnya tentu bisa lebih murah lagi jika nanti diproduksi secara massal,” kata Ruri.

Pengembangan inovasi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera, poin keempat mengenai pendidikan berkualitas, serta poin kesembilan terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60