BERITABANGSA.ID, PROBOLINGGO – Fenomena bunuh diri (Bundir) di kalangan remaja akhir-akhir ini cukup menyita perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo dari fraksi PDI Perjuangan Santi Wilujeng Prastyani.
Santi mengimbau para remaja untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos).
Banyak penyebab kasus Bundir yang terjadi di Kota Probolinggo. D iantaranya tekanan psikologis dan mental, dampak dari Medsos serta faktor bullying atau perundungan di sekolah.
“Kita tahu sendiri bagaimana media sosial begitu cepatnya mengolah berita cukup sekali pencet berita itu bisa sampai ke mana-mana,” ujarnya kepada beritabangsa,id, Jumat (24/4/2026).
Selain itu, dalam konteks remaja pengguna media sosial seorang murid harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial terutama dalam lingkungan sekolah.
“Contoh saja dalam beberapa waktu dekat ini ada kasus beberapa murid yang mengejek guru di sekolah dan berita itu langsung viral, nah disini psikologis dan mental si pengguna akan benar-benar diuji,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Santi ini menambahkan guna mengantisipasi depresi dikalangan remaja adalah dengan adanya pendampingan, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
“Seperti misalnya anak broken home, peran orang tua yang seharusnya dibutuhkan, tapi mereka tidak terima akhirnya mereka hidup seolah-olah seperti tidak terarah, banyak murung dan bertingkah semaunya, kalau dilarang akan berontak. Orang tua wajib mengisi peran dan memberikan perhatian yang lebih asalkan yang terarah,” tegasnya.
Pemanfaatan fasilitas di Kota Probolinggo bisa diakses dengan mudah jika terdapat remaja atau mahasiswa yang sedang mengalami masa sulit, seperti depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri.
“Di Kota Proboilnggo ada pendampingan yang bisa didapatkan secara gratis melalui Dinas Sosial. Bisa dimanfaatkan dengan baik bagi orang tua yang membutuhkan,” pungkasnya.


















