BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Rombongan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan 2 Jombang, secara bergantian mendatangi Sanggar Tri Purwo Budoyo, Wayang Topeng di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jumat dan Minggu, 17 dan 19 April 2026.
Nahdliyatul Ummah, salah satu guru pendamping siswa MAN 1 Jombang, mengatakan kedatangannya ke Sanggar Tri Purwo Budoyo, tak lain untuk membimbing anak didiknya dalam pembuatan foto dokumenter kesenian Wayang Topeng Jati Duwur yang masih asli.
“Anak-anak ini sengaja memilih Sanggar Tri Purwo Budoyo, lokasi kesenian Wayang Topeng yang asli, untuk membuat foto profile kesenian tradisional asli Jombang warisan Majapahit ini,” ujarnya.
Menurut rencana hasil pemotretan ini akan diajukan untuk mengikuti lomba fotografi yang diadakan Dinas Pendidikan Pemkab Jombang tingkat SMA.
“Semoga kita mendapat juara dari lomba itu,” ujarnya berharap.
Rombongan berjumlah 8 orang didampingi 2 orang guru ini, melakukan sesi pemotretan aktivitas pelestarian budaya tradisionil asli Jombang ini mulai dari proses persiapan pemakaian busana penari, hingga penampilan tarian.
Beda lagi dengan siswa MAN 2 Jombang, di Rejoso, Peterongan ini, yang mengambil sesi pemotretan mulai dari produksi topeng oleh perajin ukir hingga jadi berbentuk topeng.
Kemudian mereka juga mengambil prosesi penari hingga sajian tari Klono, wayang topeng digelar. Tak hanya itu, siswa MAN 2 ini juga mengambil sesi pemotretan untuk pemajangan koleksi topeng di sanggar dan proses ritual sebelum pertunjukkan dimulai.
“Mohon doa restunya, Pak, hasil pemotretan kita bisa jadi juara,” akunya.
SMAN Patian Rowo Nganjuk
Sementara itu, 7 orang siswa SMA Negeri Patian Rowo, Nganjuk, berbeda lagi. Untuk kepentingan tugasnya, mereka membuat videografi bertema eksistensi Wayang Topeng Jati Duwur Sanggar Tri Purwo Budoyo.
Dalam sesi penggalian gambar video ini, mereka merinci dari proses pembuatan topeng, dari bahan mentah kayu menjadi topng jadi. Kemudian, prosesi tabuhan gamelan hingga tarian khas Wayang Topeng Jati Duwur, yakni Tari Klono.
“Memang niat kami ke Sanggar Tri Purwo Budoyo,, ini kami mencari yang kesenian daerah asli Jawa. Pilihan kita jatuh ke wayang topeng Jati Duwur, sanggar Tri Purwo Budoyo. Tugas sekolah ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita dan upaya pelestarian yang sedang diikhtiarkan,” ujar Dinda, Laras dan teman temannya.
Sekurang-kurangnya selama 5 jam sesi take video gambar dilakukan. Sejak pagi hingga siang para siswa secara mandiri mewawancarai dan menbuat skenario pengambilan gambar atau shooting.
“Kami senang melayani para siswa, karena kalau diajak diskusi berjalan hangat. Semoga dengan kegiatan ini bisa menginspirasi generasi z (gen z) yang lain untuk ikut melestarikan seni budaya warisan leluhur,” aku Mas Hakim, humas Yayasan Tri Purwo Budoyo.
Mas Hakim, mengatakan sanggar Tri Purwo Budoyo, selain mulai produksi topeng sendiri untuk kebutuhan festival ruwatan tahunan, juga mengajari pemuda desa bisa seni ukir membuat topeng.
“Produksi topeng kita masih terus dikerjakan, targetnya untuk pelestarian, merchandise dan kebutuhan saat festival tari klono massal,” bebernya.


















