BERITABANGSA.ID, NGANJUK – Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun, menggelar doa bersama dan Khotmil Qur’an di Padepokan PSHT Cabang Nganjuk.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisariat Padepokan PSHT Mas Suprapto, bersama pengurus Penasehat Mas Sigit, Mas Sungkono, Mas Aris, Mas Joko dan Mas Sarif saat di depan mimbar.
Salah satu kegiatan keagamaan yang sering dilaksanakan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Nganjuk, Pusat Madiun adalah sebagai bagian dari kegiatan sosial dan kerohanian.
Seiring lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk, tepatnya di Kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk, Minggu (19/4/2026) pagi, sebelum acara doa bersama dimulai.
Informasi yang dihimpun Wartawan, kegiatan doa bersama tersebut digelar secara rutin oleh Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk.
Adapun kegiatan yang dirangkai dalam Doa bersama tersebut diantaranya khotmil Qur’an atau semaan Al-Qur’an, yang juga menghadirkan ratusan siswa dari unit latihan wilayah Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk.
“Kegiatan doa bersama dan Khotmil Qur’an ini Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk, sudah bagian dari hal kerohanian, bagi siswa jelang satu suro,” kata Ketua Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk, mas prapto ketika bersama wartawan.
Pria yang akrab disapa Mas Prap ini mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini untuk membentuk pendekar PSHT yang tangguh, berakhlaqul-karimah, serta tahu benar dan salah.
“Sebelum para siswa ini disahkan menjadi warga PSHT, mental mereka kita gembleng, fisiknya kita tempa menjadi pendekar tangguh yang tahu benar dan salah,” jelasnya.
Doa bersama dan Khotmil Qur’an ini, kata Mas Prapto, keluarga besar PSHT, khususnya di Komisariat Padepokan PSHT memohon kepada Allah SWT agar dalam mencetak pendekar PSHT yang tangguh dan berakhlaqul-karimah dapat ridho-Nya.
“Kami juga mendoakan para leluhur PSHT, dan saudara – saudara kami yang telah mendahului, diberikan tempat yang lapang, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima amal perbuatannya,” pungkas mas prapto.(Isk)


















