Terkini

Ketua MPSI Sriyadi Purnomo Dukung Kolaborasi Program Gayatri Masuk Jaringan Ritel SRC Bojonegoro

1
×

Ketua MPSI Sriyadi Purnomo Dukung Kolaborasi Program Gayatri Masuk Jaringan Ritel SRC Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
MPSI
Ketua MPSI Dr. H Sriyadi Purnomo (baju biru muda) saat foto bersama disamping Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Sriyadi Purnomo menyambut positif gagasan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang di sampaikan Wakil Bupati Nurul Azizah untuk menghubungkan Program Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri) dengan jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, usai acara perayaan HUT ke-18 Paguyupan SRC, Kamis (4/6/2026).

Menurut Sriyadi, keberadaan sekitar 750 toko SRC di Bojonegoro merupakan kekuatan ekonomi yang besar dan dapat menjadi pasar potensial bagi berbagai produk lokal, termasuk telur hasil peternak binaan Program Gayatri.

“Kami melihat apa yang disampaikan Ibu Wakil Bupati merupakan gagasan yang sangat baik. SRC yang dibangun oleh Sampoerna selama ini bukan hanya membantu toko kelontong menjadi lebih modern dan berdaya saing, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara produk masyarakat dengan pasar yang lebih luas,” ujarnya

Dia menjelaskan, SRC saat ini telah berkembang menjadi jaringan ritel dengan sekitar 250 ribu toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Bojonegoro sendiri, jumlah toko SRC terus bertumbuh dan kini mencapai sekitar 750 toko yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa.

Menurutnya, jaringan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan pemerintah daerah.

“Bayangkan apabila sebagian kebutuhan produk harian toko-toko SRC dapat dipenuhi oleh masyarakat Bojonegoro sendiri. Yang berkembang bukan hanya tokonya, tetapi juga peternaknya, UMKM-nya, hingga ekonomi daerah secara keseluruhan,” tuturnya.

Sriyadi menilai Program Gayatri memiliki prospek yang menjanjikan karena menghasilkan komoditas yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Terlebih, harga telur yang dihasilkan peternak lokal dinilai cukup kompetitif dibandingkan pasokan dari luar daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan HUT SRC ke-18, harga telur hasil Program Gayatri berada di kisaran Rp24.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasokan telur dari luar daerah yang mencapai sekitar Rp26.000 per kilogram.

“Kalau kualitas dan kontinuitas pasokan dapat terjaga, saya optimistis telur Gayatri memiliki peluang besar untuk masuk ke jaringan toko SRC. Selain lebih segar, perputaran ekonominya juga tetap berada di Bojonegoro sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sriyadi menilai sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, peternak lokal, UMKM, dan jaringan SRC dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya menciptakan pelaku usaha baru melalui berbagai program pemberdayaan. Di sisi lain, SRC memiliki jaringan pasar yang telah terbentuk dan menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

“Ketika program pemberdayaan masyarakat dipertemukan dengan jaringan pasar yang sudah ada, maka dampaknya akan jauh lebih besar. Peternak memiliki kepastian pasar, pedagang memperoleh produk yang kompetitif, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih luas,” tegasnya.

Sriyadi berharap momentum HUT SRC ke-18 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan komunitas ritel, tetapi juga menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi baru yang mampu memperkuat perekonomian daerah.

“Kami ingin toko-toko SRC tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi etalase produk-produk unggulan masyarakat Bojonegoro. Jika itu terwujud, maka keberadaan SRC benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Penulis: Suyati

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60