Advertorial

Pemkab Magetan Gelar GSBD, Strategi Promosi Sasar Wisatawan dan Investor Nasional

149
×

Pemkab Magetan Gelar GSBD, Strategi Promosi Sasar Wisatawan dan Investor Nasional

Sebarkan artikel ini
IKMA GSBD

BERITABANGSA.ID, JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan promosi daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam gelaran Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dan Pameran Produk Unggulan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu malam (17/4/2026).

Agenda tersebut tidak sekadar menjadi panggung hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya, sekaligus mendorong eksposur produk unggulan, UMKM, dan sektor ekonomi kreatif Magetan kepada publik yang lebih luas, termasuk jejaring nasional di Ibu Kota.

Suasana pembuka berlangsung semarak melalui penampilan tari Puspita Lawu. Tarian ini menyuguhkan filosofi kehidupan yang sarat makna tentang keteguhan dan harmoni.

Balutan kostum bernuansa merak memperkuat estetika gerak para penari yang tampil luwes dan ekspresif, sekaligus menjadi representasi identitas budaya Magetan yang khas.

Ketua Ikatan Keluarga Magetan (IKMA), Purnawirawan Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi, menegaskan bahwa organisasi kedaerahan tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi.

Menurutnya, IKMA harus mampu bertransformasi menjadi simpul strategis yang menghubungkan berbagai potensi daerah.

Ia menyebut, peran IKMA idealnya berada pada posisi katalisator dan fasilitator yang mampu mempertemukan kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya warga Magetan di perantauan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Momentum GSBD dinilai sebagai titik penting untuk memperkuat konsolidasi dan komitmen bersama.

Dalam konteks ekonomi kerakyatan, Yoos juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM.

Ia menekankan bahwa daya saing produk lokal tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kualitas, inovasi berkelanjutan, serta kemampuan beradaptasi dengan ekosistem digital.

Selain itu, strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci agar produk Magetan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Anjungan Jawa Timur, Sujono, yang mewakili Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur, menilai kegiatan ini memiliki dimensi sosial yang kuat.

Selain sebagai ruang promosi, GSBD juga menjadi medium untuk mempererat hubungan emosional warga Magetan di Jakarta dengan daerah asalnya.IKMA

Ia mengungkapkan bahwa kehadiran seni tradisi dalam acara tersebut diharapkan mampu mengobati kerinduan perantau terhadap kampung halaman.

Di sisi lain, hal ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap karya para seniman dan pelaku budaya Magetan.

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Menurutnya, kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi daerah secara berkelanjutan.

Ia menilai, momentum seperti GSBD harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan visibilitas Magetan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Harapannya, peningkatan eksposur tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan kunjungan wisata dan minat investasi.

Bupati juga mendorong peran aktif IKMA dalam memperluas jejaring promosi. Dukungan komunitas diaspora dinilai strategis dalam memperkenalkan potensi daerah kepada berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha dan investor.

Rangkaian acara semakin dinamis dengan penampilan Savana D’Academy 7 yang membawakan lagu-lagu daerah, dipadukan dengan peragaan busana batik khas Magetan.

Kolaborasi tersebut menghadirkan perpaduan antara seni pertunjukan dan ekspresi industri kreatif yang kian berkembang.

Atmosfer nostalgia semakin terasa saat Udin Genxut, yang dikenal sebagai representasi Didi Kempot reborn, membawakan lagu Kalung Emas. Penampilannya menghidupkan kembali nuansa musik campursari yang lekat dengan identitas budaya Jawa.

Puncak acara ditandai dengan drama tari kolaboratif bertajuk Gembring Baring Kawedar Ing Bumi Mageti.

Karya tersebut mengangkat sosok Raden Ronggo Prawirodirjo III, figur historis yang dikenal memiliki sikap tegas terhadap kolonialisme.

Melalui pendekatan artistik, pertunjukan ini menarasikan perjalanan perjuangan sang tokoh dalam mempertahankan martabat bangsa.

Pesan perlawanan yang disampaikan tidak hanya merefleksikan konteks sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai keberanian dan integritas dalam menghadapi tekanan kekuasaan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60