Terkini

Polisi Musnahkan 17 Kg Handak, Pengawasan Jadi Sorotan

3
×

Polisi Musnahkan 17 Kg Handak, Pengawasan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Tim Gegana
Tim Gegana saat Brimob dari Polda Jatim sebelum melakukan pemusnahan bahan peledak (Handak) di galian pasir Simbar, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Senin (6/4/2026)..

BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Pemusnahan 17 kilogram bahan peledak dan ratusan petasan oleh Polres Kediri membuktikan fakta: peredaran bahan peledak rakitan di masyarakat belum sepenuhnya terkendali.

Barang bukti yang dimusnahkan di kawasan galian pasir Simbar, Kecamatan Plosoklaten, Senin (6/4/2026) itu merupakan hasil sitaan dari berbagai operasi kepolisian.

Namun di balik capaian tersebut, aparat justru menyoroti pola lama yang terus terulang, yakni keterlibatan anak-anak dan remaja dalam praktik berbahaya ini.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, menyebut fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai pelanggaran biasa. Ada celah pengawasan yang memungkinkan bahan peledak dirakit secara mandiri di lingkungan rumah.

“Dalam beberapa kejadian, yang terlibat justru anak di bawah umur. Ini menjadi persoalan serius karena menyangkut pengawasan dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan aparat menyita 17 kilogram bahan peledak dan 235 petasan siap ledak memang menunjukkan intensitas penindakan. Namun di sisi lain, jumlah tersebut juga mencerminkan masih luasnya peredaran bahan berbahaya di tingkat masyarakat.

Operasi Pekat dan Operasi Ketupat yang digelar secara masif diklaim mampu menekan angka kejadian ledakan tahun ini. Meski begitu, potensi risiko dinilai belum sepenuhnya hilang.

Polisi menilai, pendekatan represif melalui penegakan hukum perlu diimbangi dengan langkah preventif yang lebih menyentuh akar persoalan. Salah satunya melalui edukasi dan pengawasan keluarga.

“Tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Harus ada peran aktif dari orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” kata Joshua.

Selain itu, patroli di titik-titik rawan juga akan terus diperkuat untuk meminimalisasi distribusi bahan peledak ilegal. Aparat mengakui masih adanya wilayah yang rawan menjadi tempat peredaran maupun perakitan petasan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan petasan bukan sekadar tradisi musiman, melainkan persoalan keamanan yang berulang setiap tahun. Tanpa pengawasan yang konsisten, risiko ledakan yang mengancam keselamatan warga berpotensi terus terjadi.

Pemusnahan barang bukti pun menjadi semacam alarm bahwa upaya pencegahan harus diperluas, tidak hanya oleh aparat, tetapi juga oleh masyarakat secara kolektif.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60