Terkini

KP Mitra Nusa Mandiri Dongkrak Perputaran Sembako di Fesratom 2026, Telur Terjual 200 Kilogram Lebih

15
×

KP Mitra Nusa Mandiri Dongkrak Perputaran Sembako di Fesratom 2026, Telur Terjual 200 Kilogram Lebih

Sebarkan artikel ini
Fesratom Kap MNM
Stand KP MNM yang berkontribusi penjualan sembako di Fesratom 2026.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Koperasi Pemasaran Mitra Nusa Mandiri (KP MNM) turut memberikan kontribusi nyata dalam gelaran Festival Ramadan Tompokersan (Fesratom) 2026 dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang dijual langsung kepada pengunjung festival.

Sejumlah produk yang dipasarkan di antaranya telur ayam, gula pasir, minyak goreng, kecap manis, susu kental manis hingga berbagai produk makanan ringan dari pelaku UMKM dan pabrikan. Kehadiran koperasi ini menjadi salah satu penggerak perputaran ekonomi mikro selama festival berlangsung.

Ketua KP MNM, Achmad Fuad Afdlol, mengatakan bahwa partisipasi koperasi dalam kegiatan yang diprakarsai Pemuda Tompokersan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro.

“Kami ikut meramaikan Fesratom ini sebagai bentuk kontribusi untuk membangkitkan gairah perekonomian mikro agar semakin berdaya. Festival seperti ini sangat membantu pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar mereka,” ujar Fuad kepada media ini, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, selama festival berlangsung, sejumlah produk kebutuhan dasar masyarakat menunjukkan peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Minyak goreng, gula pasir, kecap hingga telur ayam menjadi produk yang paling diminati pengunjung.

“Alhamdulillah penjualan minyak goreng, gula, dan kecap terus meningkat. Begitu juga dengan telur ayam, bahkan sudah habis sekitar 20 krat atau kurang lebih dua kuintal (200 kilogram) lebih,” ungkapnya.

Fuad juga menyampaikan bahwa sebelumnya sempat ada penjualan beras murah dari Bulog dalam rangkaian kegiatan tersebut. Namun program tersebut tidak berlangsung hingga akhir festival.

“Kalau tidak salah hanya dua kali kegiatan, setiap hari Sabtu di bulan Februari. Memasuki bulan Maret mereka sudah tidak bergabung lagi di Fesratom 2026,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM peserta festival, Febri Hamzah, pemilik usaha kuliner Sego Kulit Pak Brengs, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas kesempatan yang diberikan kepada para pedagang untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras memberikan wadah bagi kami untuk berjualan di bazar ini. Semoga ke depan bisa kembali bergabung. Mohon maaf apabila selama berjualan ada kata atau sikap yang kurang berkenan,” ujarnya.

Ia juga berharap para pelaku UMKM yang terlibat dalam festival tersebut dapat terus berkembang dan memperluas usaha mereka di masa mendatang.
“Sukses terus untuk para pelaku UMKM. Semoga usaha kita semua bisa berkembang lebih besar lagi,” tambahnya.

Setelah lebih dari 20 hari pelaksanaan Festival Ramadan Tompokersan 2026, seluruh peserta dan panitia pelaksana dijadwalkan berkumpul untuk melakukan evaluasi kegiatan. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar pelaksanaan festival di masa mendatang dapat berjalan lebih baik.

Usai evaluasi, rangkaian kegiatan ditutup dengan acara buka puasa bersama antara panitia dan para peserta bazar sebagai bentuk kebersamaan setelah menyukseskan festival yang menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60