BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mewanti-wanti para operator sekolah agar tak main-main dalam menginput Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data yang tidak valid bisa berdampak serius, mulai dari bantuan pendidikan hingga penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah).
Pesan tegas itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD yang digelar di Aula 1 Disdikbud Jombang. Kegiatan tersebut diikuti operator Dapodik SD se-Kabupaten Jombang.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, menegaskan bahwa Dapodik bukan sekadar administrasi rutin. Data tersebut menjadi rujukan utama dalam berbagai kebijakan pendidikan.
“Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai kondisi riil di lapangan. Data itu menjadi acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan e-ijazah, dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” tegas Rhendra dalam sambutannya.
Menurutnya, kesalahan atau ketidaksesuaian data bisa berujung pada terhambatnya hak sekolah dan peserta didik. Ia menilai peran operator Dapodik sangat strategis karena berada di garda terdepan dalam menjaga akurasi data pendidikan.
“Kalau datanya tidak sesuai, dampaknya bisa panjang. Sekolah bisa terkendala saat mengakses bantuan atau layanan lainnya,” imbuhnya.
Dalam forum tersebut, Disdikbud juga melakukan penguatan teknis terkait pemutakhiran data sarana dan prasarana. Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SD, Ahmad Jalalludin, memaparkan tahapan verifikasi yang harus dilakukan sekolah.
Ia menjelaskan, pembaruan data mencakup kondisi bangunan, jumlah dan kelayakan ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga detail lainnya yang wajib disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
“Pemutakhiran harus dilakukan secara berkala dan sesuai prosedur. Jangan sampai data di sistem berbeda dengan fakta di sekolah,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Disdikbud Jombang ingin menyamakan persepsi seluruh operator SD terkait pentingnya akurasi dan konsistensi data. Dengan Dapodik yang valid dan mutakhir, perencanaan program hingga penyaluran bantuan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan lebih tepat sasaran dan minim kendala administratif.
Disdikbud pun berharap komitmen operator sekolah terus terjaga, sehingga kualitas tata kelola data pendidikan di Jombang semakin baik dan transparan.


















