BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Warga muhamadiyah di Surabaya melaksanakan salat terawih perdana pertama Ramadan 1447 Hijriah, Selasa 17/02/2026) malam.
Masjid Umar Bin Al Khath-Thab. Pimpinan Ranting Muhamadiyah Semolowaru (PRM) Jalan Semolowaru Utara I nomor 134 Surabaya melaksanakan salat trawih pertama.
Selain melaksanakan salat wajib ratusan jama’ah melaksanakan salat trawih secara ber jama’ah bersama menjelang isya jama’ah mulai berdatangan.
Jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, memadati saf dengan penuh kekhidmatan suasana khusyuk dan tertib terlihat di dalam masjid. Jemaah Muhammadiyah ini melaksanakan tarawih dengan 11 rakaat.
Shalat tarawih perdana tersebut bertindak sebagai imam adalah H. Soedarmaji (ketua takmir masjid). Juga dirangkai dengan informasi terkait kegiatan Masjid Umar Bin Khotob selama bulan ramadhan dengan penuh kesiapan iman dan semangat ibadah.
Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026 melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 Hijriah yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi warga Muhammadiyah dalam menentukan awal ibadah puasa tahun tersebut.
Pelaksanaan shalat tarawih oleh Muhammadiyah tesebut dipastikan berbeda dibandingkan dengan keputusan Pemerintah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal Ramadan 2026 masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Ini berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Sidang isbat ini dihadiri sejumlah pihak, antara lain Komisi VIII DPR RI, MUI, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, Badan Informasi Geospasial, perwakilan ormas Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
“Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).


















