Pendidikan

Ekonomi Global Berubah, Jusuf Kalla Ingatkan Masa Depan Pendidikan Tinggi

24
×

Ekonomi Global Berubah, Jusuf Kalla Ingatkan Masa Depan Pendidikan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Jusuf Kalla

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Perguruan tinggi nasional diminta tidak terlena oleh rutinitas akademik di tengah perubahan ekonomi global yang kian cepat. Jika gagal beradaptasi, kampus berisiko tertinggal dan kehilangan relevansinya dalam pembangunan nasional.

Peringatan tersebut disampaikan Doktor Honoris Causa Haji Muhammad Jusuf Kalla (JK), saat menjadi pembicara utama dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR), Jumat (6/2/2026).

Dalam forum yang mempertemukan pimpinan dan anggota senat akademik PTN-BH se-Indonesia itu, JK mengulas keterkaitan erat antara ekonomi makro dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional dan global memiliki dampak langsung terhadap kemampuan perguruan tinggi dalam mengembangkan riset, inovasi, serta mencetak sumber daya manusia unggul.

Ia menegaskan, stabilitas ekonomi bukan sekadar indikator pertumbuhan negara, melainkan prasyarat penting bagi penguatan ekosistem pendidikan tinggi.

Tanpa dukungan ekonomi yang kuat, perguruan tinggi akan mengalami keterbatasan pembiayaan, infrastruktur, hingga ruang inovasi.

“Negara dengan ekonomi yang stabil memiliki ruang fiskal lebih besar untuk mendukung pendidikan dan riset. Dari situlah lahir SDM unggul yang kemudian kembali memperkuat ekonomi nasional,” ujar JK.

Lebih jauh, mantan Wakil Presiden RI itu menilai bahwa pembangunan pendidikan tinggi harus ditempatkan sebagai investasi strategis jangka panjang. Kebijakan ekonomi, menurut dia, semestinya dirancang selaras dengan agenda penguatan kualitas sumber daya manusia.

JK juga menyoroti pentingnya keberanian perguruan tinggi untuk bertransformasi. Kurikulum, agenda riset, hingga inovasi kampus dituntut sejalan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta dinamika pasar global.

“Perguruan tinggi harus peka terhadap perubahan. Kalau kampus berjalan sendiri tanpa membaca arah ekonomi global, maka lulusan akan kesulitan bersaing,” tegasnya.

Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH ini menjadi momentum konsolidasi peran strategis perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global.

Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi nasional dan pengembangan pendidikan tinggi.

Melalui langkah yang terarah dan adaptif, PTN-BH diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam melahirkan SDM Indonesia yang kompetitif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60