Terkini

Minta Klarifikasi Kalimat “Komo-komo”, Brako Nusantara Datangi PT KAI

65
×

Minta Klarifikasi Kalimat “Komo-komo”, Brako Nusantara Datangi PT KAI

Sebarkan artikel ini
Brako Nusantara mendatangi Kantor PT KAI ditemui oleh pihak terkait serta didampingi Kasi Intelkam Polres Bojonegoro, I Putu Suryawan Astawa. (Foto: Suyati/Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO — Belasan orang massa dari perkumpulan masyarakat Brandal Komprang (Brako) Nusantara mendatangi Stasiun Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026), guna menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang dinilai menyinggung perasaan keluarga korban kecelakaan kereta api di wilayah Baureno.

Brako Nusantara datang untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan yang dilontarkan dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai pemberian santunan kepada korban meninggal dunia akibat terserempet kereta api.

Dalam salah satu pemberitaan media, disebutkan istilah “Komo-komo” yang dianggap tidak pantas dan menyinggung, karena di wilayah Bojonegoro istilah itu bermakna pemberian bagi pengemis.

Perwakilan Brako Nusantara, Lulus Setiawan, menyampaikan pihaknya merasa tersinggung atas penggunaan istilah tersebut, terlebih karena dikaitkan dengan musibah yang menimpa korban dan keluarganya.

“Ada pemberitaan yang menuliskan kata komo-komo. Di Bojonegoro, istilah itu tidak pantas dan melukai perasaan keluarga korban,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT KAI Bojonegoro menegaskan pihaknya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam pemberitaan dimaksud, termasuk penggunaan istilah “Komo-komo”.

Sementara itu, Ahmad Yusuf, Kepala Bidang Pengembangan pada Dinas Perhubungan Kabupaten (Dishub) Bojonegoro, yang namanya disebut dalam pemberitaan, juga memberikan klarifikasi. Dia menegaskan tidak pernah melontarkan pernyataan sebagaimana yang ditulis di media.

“Di awal berita yang saya baca, tertulis pihak KAI memberikan santunan. Setelah saya konfirmasi ke KAI, tidak ada yang bernama Yusuf,” jelas Yusuf.

Dia menambahkan mengenal almarhum sangat baik dan membantah keras telah mengucapkan pernyataan itu.

“Saya tidak pernah mengucapkan kata-kata itu. Bahkan adanya kata komo-komo saja saya belum pernah membacanya sebelumnya,” tegasnya.

Dari pertemuan itu muncul kesepakatan bersama, bahwa wartawan yang menulis berita tersebut harus ikut dikonfirmasi, Namun yang bersangkutan saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak dapat hadir di lokasi pertemuan.

Mengetahui itu, Yusuf kembali menjelaskan dia tidak pernah dihubungi, baik melalui pesan singkat maupun telepon, oleh wartawan ini.

Perdepatan yang terjadi hingga membuat pertemuan sempat memanas akibat wartawan yang dimaksud tidak kunjung dapat dihubungi.

Di tengah situasi itu, Kasat Intelkam Polres Bojonegoro, I Putu Suryawan Astawa, memberikan imbauan agar semua pihak tetap menahan diri.

“Di sini kita mencari solusi. Kita minta suasana tetap kondusif dan tidak ada tindakan anarkis. Kalau permasalahan seperti ini mencuat dan berlarut-larut, investor bisa enggan masuk ke Bojonegoro. Akhirnya masyarakat juga yang dirugikan,” ujarnya.

Adanya imbauan itu membuat suasana yang sempat tegang kembali mereda.

Dia kemudian menunjukkan tangkapan layar pesan WhatsApp dari wartawan penulis. Di layar tertulis seorang bernama Kerno, dalam gambar tersebut tercantum jabatan Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Umum.

Dalam pesan itu, disebutkan pernyataannya akan ditulis menggunakan nama Yusuf, namun hal itu telah ia tolak.

Sekitar pukul 10.18 WIB, Luki, Ketua Brako Nusantara, menyampaikan kedatangan pihaknya bertujuan untuk klarifikasi secara kekeluargaan dan berharap persoalan ini segera diselesaikan.

“Kami datang untuk klarifikasi secara baik-baik. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar ke depan tidak mudah mengeluarkan statemen yang bisa memicu kegaduhan,” ujarnya.

Terakhir, Lulus Setiawan menyampaikan permohonan maaf kepada Yusuf atas adanya dugaan yang sempat mencuat.

“Kami mohon maaf apabila Pak Yusuf sempat terkena asas praduga tak bersalah,” katanya.

Menutup pertemuan, Yusuf menyatakan akan berupaya menemui wartawan yang bersangkutan guna menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60