BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Suasana reflektif mewarnai kegiatan Muhasabah Akhir Tahun bersama awak media yang digelar di Pendapa Arya Wiraraja Lumajang, Selasa (23/12/2025) malam. Acara ini Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) bertemu dengaj insan pers yang tergabung dalam PWI, IJTI, IWL, Forji, F-Jinlu, KJJT, dan Mitra Lumajang.
Di sela kegiatan, Bupati Lumajang tampak akrab berbincang santai sambil ngopi-ngopi bersama awak media. Dialog berlangsung cair namun sarat makna, membahas kondisi daerah hingga kegelisahan terhadap masa depan generasi muda.
Sebelumnya, ada juga kegiatan seperti ini yang diikuti 100 peserta diskusi yang berasal dari 10 perguruan tinggi swasta, masing-masing mengirimkan 10 perwakilan.
Dari diskusi tersebut, lahir sejumlah rekomendasi yang rencananya akan diserahkan kepada Bupati Lumajang sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pembangunan dan masa depan Kabupaten Lumajang.
Dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan curahan hati yang cukup mengusik. Ia mengaku sedih saat menghadiri sebuah acara musik reggae di halaman parkir barat Stadion Semeru, beberapa waktu lalu. Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan anak-anak muda diajak berdiri, ternyata hampir tak ada yang beranjak. Yang berdiri justru hanya tamu undangan.
“Ini yang membuat saya miris. Lagu kebangsaan adalah simbol negara, tapi tidak lagi dihormati oleh sebagian generasi muda,” ungkap Bupati prihatin.
Ironisnya, lanjut Bupati, saat musik reggae mulai dimainkan, para anak muda justru spontan berdiri dan mendekati panggung. Fenomena ini, menurutnya, menjadi alarm serius bagi semua pihak.
Karena itu, kepada para akademisi dari perguruan tinggi swasta, bupati berharap ada program nyata terkait wawasan kebangsaan bagi anak muda di Kabupaten Lumajang. Pendidikan etika, sopan santun, serta nilai-nilai kebangsaan dinilai harus kembali dikuatkan.
“Peran media juga sangat penting. Lewat tulisan-tulisan yang menggugah, awak media bisa ikut menanamkan wawasan kebangsaan kepada kawula muda,” ujar Bunda Indah.
Ia pun menegaskan, persoalan ini jangan-jangan tidak hanya terjadi di Lumajang, tetapi juga di daerah lain.
Di akhir pertemuan, bupati juga menyinggung capaian pembangunan. Menjelang akhir tahun, sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Lumajang telah rampung. Namun ia mengingatkan dengan tegas, tidak akan mentolerir pekerjaan sipil yang dikerjakan asal-asalan atau molor dari target.
“Kalau ada yang main-main dengan pekerjaan dan hampir belum selesai, saya akan tegas,” tandasnya.
Muhasabah akhir tahun ini menjadi ruang refleksi bersama, bukan hanya soal capaian fisik pembangunan, tetapi juga pembangunan karakter dan kebangsaan generasi muda Lumajang ke depan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















