BERITABANGSA.ID, JAKARTA – Sejarah panjang riset dan inovasi di Indonesia kini memasuki babak baru usai lahir Forum Inovasi Riset Sains Teknologi Indonesia (FIRST Indonesia).
Organisasi ini resmi berdiri setelah melalui perjalanan panjang dari era Dewan Riset Nasional (DRN) hingga menjadi wadah baru yang lebih adaptif terhadap zaman.
DRN pertama kali dibentuk pada 1981 melalui Keputusan Presiden nomot 1 tahun 1984. Lembaga ini kemudian diperkuat dengan regulasi, Keputusan Menteri Riset dan Teknologi 1996 dan Keppres nomor 94 tahun 1999.
DRN berperan penting dalam merumuskan kebijakan riset dan inovasi, dengan 8 komisi teknis yang melibatkan unsur ABG (Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah). Namun, dengan terbitnya UU nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Iptek, DRN tidak lagi disebut dalam regulasi. Perpres nomor 112 tahun 2020 pun secara resmi membubarkan DRN dan Dewan Riset Daerah (DRD).
“Para anggota DRN adalah aset nasional yang memiliki kualifikasi khusus di bidang riset dan inovasi. Mereka adalah modal pembangunan untuk mewujudkan kemakmuran rakyat,” ujar Profesor Doktor Pribadiyono, Ketua Umum FIRST Indonesia, Selasa (23/12/2025).
Lahirnya Asosiasi DRIN, kata
Pribadiyono, yaitu untuk menjaga semangat riset, para purna-tugas DRN mendirikan Asosiasi Daya Riset Inovasi Nasional (DRIN), yang disahkan oleh SK Kemenkumham nomor AHU-0008452.AH.01.07.TAHUN 2021.
“Organisasi ini dipimpin oleh Dr. Bambang Setiadi, IPU, mantan Kepala BSN (2008–2012) sekaligus Ketua DRN (2015–2020). Sayangnya, Doktor Bambang Setiadi wafat pada 14 Desember 2023,” terangnya lagi.
Melalui rapat pengurus pada 17 Januari 2024, lalu, menurut Pribadiyono, sudah diputuskan untuk melanjutkan organisasi dengan nama baru: FIRST Indonesia. Legalitas dan Struktur Organisasi FIRST Indonesia resmi berdiri dengan dokumen legal yang lengkap.
“Akta Notaris No. 8 tertanggal 6 Mei 2024, Notaris Muftia Ramadhani, SH. Ada juga SK Kemenkumham No. AHU-0004568.AH.01.07.TAHUN 2024. Ada Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. S-4418/KT/KPP.300503/2024 terkait NPWP dan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) Nomor 0506240085604,” jelasnya pula.
Patut diketahui kalayak umum, adapun susunan pengurus inti ada Ketua Umum Pribadiyono, Sekretaris Umum, Suyanto Pawiroharsono, dan Bendahara Umum Wahyu Dewati.
“FIRST Indonesia hadir sebagai wadah kolaborasi riset, sains, dan teknologi untuk menjawab tantangan bangsa. Kami ingin memastikan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Pribadiyono.
Harapan ke depan, dengan AD/Art yang telah rampung, FIRST Indonesia siap menjadi motor penggerak inovasi nasional. Organisasi ini diharapkan mampu melanjutkan jejak DRN dan DRIN dalam memperkuat ekosistem riset, sekaligus menjembatani akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.
“Inovasi adalah kunci daya saing bangsa. FIRST Indonesia akan menjadi forum strategis untuk memastikan riset dan teknologi benar-benar menjadi tulang punggung pembangunan,” tambah Profesor Suyanto Pawiroharsono.
Inilah gambaran visualisasi timeline perjalanan panjang dari DRN hingga lahirnya FIRST INDONESIA. Garis waktu ini memperlihatkan tonggak-tonggak penting yang menandai evolusi lembaga riset dan inovasi di Indonesia, mulai dari pembentukan Dewan Riset Nasional hingga transformasi menjadi wadah baru yang lebih adaptif.
Dengan melihat timeline ini, publik bisa lebih mudah memahami bagaimana sejarah regulasi, kepemimpinan, dan semangat riset terus berlanjut meski DRN dibubarkan.
FIRST Indonesia hadir sebagai simbol kesinambungan, sekaligus bukti bahwa riset dan inovasi tetap menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















