Advertorial

Menteri Ekraf Apresiasi Kedaulatan Pangan Lewat Gastronomi Kreatif

22
×

Menteri Ekraf Apresiasi Kedaulatan Pangan Lewat Gastronomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Menteri Ekraf
Wali Kota Batu, Nurochman memberikan potongan tumpeng kepada Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya saat pembukaan Produk Lokal Fest#7. (Beritabangsa.id/M. Noerhadi).

BERITABANGSA.ID, KOTA BATU–Pemkot Batu menunjukkan keseriusannya dalam upaya penganekaragaman bahan pangan lokal. Terbukti dengan digelarnya Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi dan Aman (B2SA) oleh Dinas Pertanian dan Ketahanam Pangan (Distan-KP) Kota Batu.

Kegiatan ini merupakan sub-event ‘Produk Local Fest#7 yang digelar di halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu pada Jumat malam (7/11/2025).

Produk Local Fest#7 dibuka langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya. Event tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Creative City Fest (ICCF) 2025.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya sangat mengapreasiasi gelaran Product Local Fest#7 ini.

Ia melihat potensi luar biasa yang ditunjukkan Kota Batu melalui industri kreatifnya. Seperti fesyen, musik, sinema termasuk kuliner yang variarif. Sehingga sektor ini perlu dioptimalkan agar dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi.

“Tadi juga ada anak-anak kecil yang dilatih story telling. Karena kita tahu hasil industri kreatif dapat dikenal luas melalui story telling. Budaya itu ibarat sebuah akar yang harus dilindungi, ketika diturunkan dengan inovasi dan kemajuan platform digital, disitulah ekonomi kreatif bertumbuh. Maka market global akan mencari dimana negara yang punya akar budaya kuat, yairu Nusantara,” jelasnya.

Dia juga mengagumi keanekaragaman kuliner yang ada di Kota Batu. Sebagai salah satu sub sektor ekonomi kreatif, kuliner berkontribusi besar dalam menambah kekayaan khazanah daerah. Untuk itu, pihaknya mendorong tiap pemda agar memetakan potensii daerah dalam menonjolkan sektor ekonomi kreatif.

“Kulinernya juga luar biasa, basic agrokreatifnya juga mulai dikembangkan oleh Pemkot Batu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan Presiden Prabowo menentukan Provinsi Jatim sebagai 15 provinsi prioritas yang masuk pengembangan ekraf. Diharapkan, Malang Raya, khususnya Kota Batu bisa menginspirasi daerah lainnya. Lantaran Pemkot Batu dinilai memberi perhatian lebih dalam membina pegiat ekraf.

“Oleh pemerintah, mereka tidak hanya dipandang sebagai aktivitas melakukan hobi, tapi juga dirangsang agar membangkitkan ekonomi daerahnya dan kesejahteraan pegiat ekraf,” papar dia.

Sementara, Wali Kota Batu Nurochman menuturkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Ekraf terhadap pengembangan ekraf di Kota Batu.

Produk olahan makanan selalu dikaitkan dengan hubungan dialektika antara manusia dan lingkungan alam sekitarnya. Hubungan itu membentuk budaya pangan yang menyangkut aspek produksi dan konsumsi serta pengolahan hingga penyajian. Nusantara dengan kemajemukan budayanya dan potensi kekayaan alamnya menyimpan keanekaragaman hayati.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60