Terkini

Menag Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan di Roma

8
×

Menag Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan di Roma

Sebarkan artikel ini
Menag

BERITABANGSA.ID, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar tiba di Tanah Air setelah menghadiri Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” yang digelar di Vatikan, Roma.

Dalam forum tersebut, Menag berkesempatan bertemu Paus Leo XIV dan sejumlah tokoh agama dunia untuk mendiskusikan tindak lanjut Deklarasi Istiqlal–Vatikan.

Deklarasi Istiqlal sendiri ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada September 2024, saat kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Indonesia.

Dokumen bersejarah ini ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Deklarasi tersebut merupakan respons terhadap dua tantangan besar dunia modern, yaitu dehumanisasi dan perubahan iklim, serta menegaskan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi sumber solusi atas berbagai krisis global, termasuk ketimpangan sosial.

Dalam keterangan pers setibanya di Jakarta, Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Vatikan berencana melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada Desember mendatang.

“Kami sudah melakukan pertemuan intensif dengan pihak Roma. Mereka berkeinginan untuk menindaklanjuti Deklarasi Istiqlal dengan langkah yang lebih konkret dan terukur,” ujarnya.

Menurut Menag, tindak lanjut tersebut akan difokuskan pada tiga isu utama: dehumanisasi, situasi pascaperang, dan penyelamatan lingkungan hidup. Ketiganya dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan dan kesejahteraan umat manusia.

“Pihak Vatikan menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan lingkungan. Mereka melihat Deklarasi Istiqlal sebagai dokumen yang relevan dan aplikatif untuk menjawab tantangan global saat ini,” ungkap Nasaruddin.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan pada Desember akan diarahkan untuk menyusun program kerja sama konkret antara Indonesia dan Vatikan.

Fokusnya meliputi pendidikan lintas agama, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, dan advokasi lingkungan berkelanjutan.

“Kita ingin membangun kerja sama yang bersifat nyata, bukan sekadar simbolik. Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial,” tegasnya.

Selain pembahasan bilateral, forum di Roma juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam forum lintas agama dunia.

Menag menilai bahwa banyak pemimpin agama internasional yang berharap Indonesia dapat berperan lebih besar sebagai pusat dialog dan inisiatif perdamaian global.

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keragaman. Itu modal besar bagi kita untuk menjadi faktor penting dalam upaya menciptakan perdamaian dunia,” pungkas Nasaruddin Umar.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60