BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Delta Brantas tahun anggaran 2015 sumber dana APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Satuan Kerja 694220 dan PPK Irigasi dan Rawa 1 jadi sorotan warga, Warga menuding proyek yang dikerjakan PT Titis dikerjakan asal jadi terbukti proses pengecoran kanan dan kiri dinding pelengsengan masih tergenang air
Seperti yang diceritakan Ahmad, warga setempat, Kamis, 16-10-2025,” mungkin proyek ini dikerjakan asal jadi sebab tidak dikeringkan dulu airnya.”
Minimnya pengawasan dari pihak PPK Irigasi dan Rawa 1 BBWS Brantas mengakibatkan pelaksana leluasa memainkan mutu dan kualitas pekerjaan untuk mencari keuntungan sebesar- besarnya.
Pantauan media ini, di lokasi pekerjaan terdapat 20 item pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai spek antara lain, seharusnya semua pengecoran lantai kerja harus memakai lapisan plastik cor tapi di lokasi tidak semua memakai, terutama daerah Tulangan dan Krembung hanya Desa Balongbendo yang memakai lapisan plastik cor.
Pengecoran dinding revetment lokasinya di Kecamatan Tulangan terlihat sebagian tidak memakai bekisting, ketebalan dinding cor hanya 5 cm padahal aturannya 10 cm setelah dipasang besi wiremesh .
Dengan nilai anggaran Rp 35.256.380.000 seharusnya PT Titis sanggup mengerjakan proyek sesuai aturan spek yang sudah disepakati dalam perjanjian kontrak kerja namun sebaliknya, Sehingga memicu tanda tanya besar.
Apalagi pihak PPK Irigasi dan Rawa 1, Indriani ST, MT, saat dikonfirmasi tak kunjung menjawab konfirmasi tertulis yang dilayangkan media ini nomor 11/konf/20-10-2025.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















