Terkini

Dosen Komunikasi Paparkan Kajian Akademis Tanggapi Tayangan Xpose Uncensored

14
×

Dosen Komunikasi Paparkan Kajian Akademis Tanggapi Tayangan Xpose Uncensored

Sebarkan artikel ini
Aliansi santri Jember menggelar demonstrasi di depan Transmart Jember pada 16 Oktober 2025, buntut tayangan Trans 7 yang diduga lecehkan pesantren.

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Dosen Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UINKHAS) Jember, Doktor Siti Raudhatul Jannah memaparkan hasil kajian akademis sebagai respon dari tayangan program Xpose Uncensored Trans 7 yang diduga telah melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo.

Siti menyampaikan, penggiringan opini yang dilakukan Trans 7 menimbulkan berbagai macam persepsi, baik yang abstain, pro dan kontra terhadap budaya di pesantren.

Dia kemudian mengulas teori Agenda Setting yang dicetuskan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw pada tahun 1968. Teori ini menjelaskan bagaimana sebuah media massa dapat mengarahkan publik untuk menuruti sebuah agenda individu maupun kelompok.

Siti menduga ada agenda besar yang ingin menguasai Indonesia.

“Saya menduga ada kepentingan besar yang ingin menguasai Indonesia kembali. Mereka mengetahui, bahwa pesantren adalah benteng terbesar Indonesia, maka jika ingin menguasai Indonesia, harus merobohkan pesantren,” jelas Doktor Siti Raudhatul Jannah kepada Beritabangsa.id, Sabtu 25 Oktober 2025.

Dugaan adanya agenda setting ini menurut Siti, diperkuat dengan penyajian tayangan program tersebut yang tidak menerapkan cover both side, sebagai bagian dari kode etik jurnalistik.

Lebih dari itu, Siti menilai peristiwa ini tidak sekadar persoalan kesalahan redaksional, tetapi menunjukkan krisis etika representasi, yakni bagaimana media menampilkan realitas sosial-keagamaan dengan bias dan framing tertentu yang berpotensi menimbulkan fitnah, distorsi makna, dan ketegangan sosial.

Menurut Entman, media tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga membingkai realitas melalui pilihan kata, sudut pandang, dan konteks naratif.

Dalam kasus ini, framing yang digunakan oleh Trans 7 tampak menempatkan pesantren dalam posisi problematik, bukan sebagai institusi pendidikan moral dan keilmuan Islam.

Hal ini menunjukkan kegagalan media dalam menegakkan prinsip objectivity dan balance; dua nilai utama dalam jurnalisme.

Baca juga: Dosen Komunikasi UINKHAS Jember Kritisi Trans 7, Diduga Lecehkan Pesantren Lirboyo

Siti juga menilai bahwa tayangan tersebut merupakan alat untuk mengukur kekuatan kelompok Nahdlatul Ulama.

“Di samping itu, saya menduga ada kelompok yang berkepentingan, mereka ingin bangkit kembali dengan mengukur seberapa besar kekuatan kaum Nahdliyin, dengan memberi pemantik melalui program yang ditayangkan Trans 7 tersebut, dan mereka sudah memperkirakan akan menimbulkan kemarahan dari kaum pesantren. Maka teori Uses and Gratifications bisa digunakan untuk melihat seberapa besar komentar positif dan negatif dari para pengguna media. Dengan demikian pemilik kepentingan bisa mengukur kekuatan lawan,” paparnya.

Untuk diketahui, program ‘Xpose Uncensored’ tayangan Trans 7 pada Senin, 13 Oktober 2025 lalu, dengan judul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” menuai kecaman keras publik, terutama dari kalangan santri.

Masyarakat santri, khususnya para Nahdliyin mengekspresikan kecamannya dengan menggelar demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.

Pemilik CT Group, yang juga menaungi media Trans 7, Chairul Tanjung telah menemui dan meminta maaf kepada Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Muhammad Anwar Mansur, pada Kamis 23 Oktober 2025.

Dalam kunjungan itu, Chairul Tanjung, tampak ditemani eks Ketua Dewan Pers sekaligus tokoh Profesor M Nuh dan petinggi Trans Corp Abdul Azis.

“Ini tadi Bapak Chairul Tanjung langsung menemui Kiai Anwar Manshur, disampaikan sendiri permohonan maafnya. Tadi KH Anwar Manshur menerima permohonan maaf dari Chairul Tanjung,” ujar KH Abdul Mu’id atau Gus Mu’id, salah satu dzurriyah Pesantren Lirboyo, dikutip dari NU Online yang diterbitkan pada 23 Oktober 2025.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60