Pemerintahan

DPRD Kabupaten Malang Dorong Sosialisasi Vaksinasi Anak Lewat Kearifan Lokal dan Peran Ulama

16
×

DPRD Kabupaten Malang Dorong Sosialisasi Vaksinasi Anak Lewat Kearifan Lokal dan Peran Ulama

Sebarkan artikel ini
DPRD
Zia'ul Haq (Tengah) Fitri Yuhana (tengah) Abdul Qodir (paling kanan)

BERITABANGSA.ID, MALANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang menegaskan pentingnya sosialisasi vaksinasi anak dengan pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal.

Langkah ini dianggap krusial mengingat masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi untuk kesehatan anak.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, Zia’ul Haq, dan Fitri Yuhana saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Sinergitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Malang” bertema Peningkatan Kualitas Kesehatan Anak melalui Optimalisasi Imunisasi dan Peran Pemerintah Desa/Masyarakat di Kecamatan Gondanglegi, Rabu (24/9/2025).

Abdul Qodir, yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan perlunya pendekatan preventif yang sederhana namun efektif agar masyarakat memahami sepenuhnya pentingnya imunisasi anak.

“Kalau bicara vaksinasi di kecamatan yang masyarakatnya sulit menerima vaksin, kita harus menggunakan pendekatan yang sesederhana mungkin. Memberikan pemahaman kepada masyarakat itu cukup sulit. Kita harus memberikan pemahaman dengan cara-cara Abu Nawas,” ujar Abdul Qodir.

Yang dimaksud Abdul Qodir dengan cara Abu Nawas adalah pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal dengan melibatkan tokoh masyarakat dan ulama. Metode ini diyakini lebih efektif karena suara para tokoh agama lebih didengar oleh masyarakat awam.

“Vaksin ini adalah salah satu bentuk ikhtiar. Masyarakat akan lebih mudah memahami jika kita melibatkan ulama atau kiai ketika memberikan sosialisasi,” tambahnya.

Senada, Zia’ul Haq, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, termasuk tokoh agama, untuk menyosialisasikan vaksinasi anak. Ia mencontohkan merebaknya kasus campak di sejumlah daerah akibat rendahnya kesadaran masyarakat.

“Memang tidak mudah, tapi harus dilakukan. Libatkan ulama dan kiai, pesan-pesan itu bisa disampaikan seperti pada forum-forum pengajian,” kata Zia.

Zia juga menambahkan, sosialisasi vaksinasi anak tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua instansi saja, tetapi memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar berjalan optimal dan menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Kehadiran DPRD Kabupaten Malang dalam forum ini menunjukkan komitmen lembaga legislatif daerah untuk memperkuat edukasi kesehatan anak melalui cara-cara yang dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60