BERITABANGSA.ID, TULUNGAGUNG – Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, menggeruduk kantor DPRD setempat, Mereka menuntut perbaikan jalan lingkar Waduk yang rusak parah selama 23 tahun, dan mengancam menolak bayar pajak sampai tuntutan dipenuhi.
Ratusan massa berangkat dengan kendaraan roda dua dan mobil bak terbuka, membawa spanduk serta menyuarakan aspirasi.
Jalan sepanjang 23 kilometer yang menjadi akses utama keluar-masuk desa dinilai sudah tidak layak dilalui dan menghambat aktivitas warga, Senin (15/09/2025),
Rahmat Putra Perdana, selaku koordinator aksi menyampaikan sudah 23 tahun masyarakat Wonorejo menunggu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
“Jalan ini urat nadi serta poros masyarakat. Kalau tidak segera diperbaiki aktivitas warga terus terhambat. Kami ingin Bupati Gatut Sunu Wibowo (GSW) dan Ketua DPRD Marsono menemui langsung warga,” tandasnya.
Dalam aksinya warga membentangkan sejumlah spanduk protes, seperti “Pajak lancar, dalan ku ambyar” hingga “Wonorejo menolak tunduk”. Ada pula sindiran keras: “Hewan yang dilindungi tampilannya bersih, tingkahnya kotor.”
Beberapa anggota DPRD hadir menampung aspirasi, di antaranya Ali Masruf, Asrori, Sofyan Heryanto, Winarno, dan Syaiful. Menyusul kemudian, Bupati GSW turut menemui massa.
GSW menanggapi orasi aksi demo dengan mendatangi dan duduk bersama dengan peserta aksi, pemerintah daerah menegaskan akan menindaklanjuti keluhan warga Desa Wonorejo.
“Status jalan ini memang cukup kompleks, sebagian milik PJT, sebagian Perhutani, dan sebagian wewenang Pemerintah Kabupaten. Namun solusinya sudah ada. Insyaallah selama saya menjabat, masalah ini akan kita tuntaskan,” tegasnya
Meski begitu, massa tetap menegaskan sikapnya. Mereka mengancam akan menutup operasional Waduk Wonorejo, termasuk PLTA, irigasi, dan wisata, bila tidak ada realisasi nyata.
Di akhir aksi, warga membacakan empat butir petisi, yaitu: aksi damai di kantor DPRD dan kantor Bupati Tulungagung.
Pemblokiran seluruh aktivitas Waduk Wonorejo, PLTA, irigasi, dan wisata.
Warga juga mendesak jalan desa dikembalikan seperti kondisi sebelum ada pembangunan waduk.
“Kami menolak membayar pajak sampai tuntutan dipenuhi,” ujar warga.
Terakhir warga mengancam akan terus unjuk rasa dan berjuang sampai tuntutan dipenuhi.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















