BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi mengukuhkan 4.875 mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, menjadikannya jumlah pengukuhan terbesar sepanjang sejarah berdirinya kampus ini.
Dari total mahasiswa baru tersebut, 3.000 di antaranya merupakan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Acara pengukuhan dihadiri Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Rektor Unusa, serta jajaran pimpinan universitas.
Kehadiran mahasiswa dari Filipina, Malaysia, dan Timor Leste turut menandai langkah Unusa menuju kampus berdaya saing global.
Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Savitri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian Unusa.
Ia menyebut capaian ini sebagai tonggak sejarah perkembangan universitas yang tergolong masih muda namun sudah berhasil meraih akreditasi unggul.
“Jumlah mahasiswa baru yang awalnya sekitar 3.000 kini meningkat menjadi 4.875. Ini bukti bahwa Unusa berkembang pesat dalam prestasi dan segmentasi mahasiswa yang semakin jelas,” ujarnya.
Dyah berpesan agar mahasiswa baru menjaga integritas dan kedewasaan dalam beraspirasi.
“Jadilah mahasiswa yang kritis, santun, konstruktif, dan rasional. Setiap gerakan harus mencerminkan identitas akademik dan almamater. Pegang teguh prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi atau 3K dalam setiap langkah,” tambahnya.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA., menilai wajah mahasiswa baru Unusa mencerminkan tiga hal penting, rasa syukur, kebanggaan, dan masa depan.
“Kalian harus bersyukur karena tidak semua memiliki kesempatan kuliah di Unusa. Mungkin ini bukan pilihan pertama, tetapi takdir menunjukkan bahwa kuliah di Unusa adalah pilihan terbaik,” tegasnya.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini menjadi awal perjalanan mahasiswa menuju kesuksesan.
“Mulai hari ini kalian memulai proses melukis masa depan. Lukisan itu bisa diperbaiki, direvisi, hingga menjadi karya indah hasil jerih payah kalian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa PKKMB membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan dunia kampus, membangun visi yang jelas, serta menjadikan nilai moral dan agama sebagai fondasi utama.
Jazidie menambahkan bahwa Unusa tidak hanya berfokus pada pengembangan hardskill, tetapi juga softskill melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
“Mahasiswa Unusa harus membangun kebiasaan untuk mengembangkan potensi terbaiknya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas,” jelasnya.


















