BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan korban luka dalam sejumlah peristiwa sosial politik yang terjadi di berbagai daerah Indonesia.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai cerminan dari gejolak yang berkembang di tengah masyarakat pada akhir-akhir ini.
Dalam sikap resmi yang disampaikan oleh Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, pihaknya menegaskan pentingnya peran negara dalam menjamin keamanan, ketenteraman, dan keselamatan masyarakat.
Kampus ini juga menekankan bahwa demokrasi harus tetap dijaga sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Unair mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam penegakan hukum yang transparan dan adil.
Langkah tersebut dipandang penting agar setiap tindakan kekerasan, terutama yang menelan korban jiwa, dapat ditindak secara hukum dengan proporsional.
Di samping itu, Unair menilai pemulihan kondisi sosial, politik, dan ekonomi perlu segera menjadi prioritas agar situasi nasional kembali kondusif.
Selain itu, Unair mengimbau pihak berwenang agar lebih terbuka mendengarkan aspirasi masyarakat.
Hal ini diyakini akan memunculkan langkah-langkah strategis yang mampu meredam potensi konflik sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Tidak hanya kepada pemerintah, seruan juga ditujukan kepada seluruh masyarakat.
Unair mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga ruang demokrasi dengan tetap menyuarakan kebenaran, menyalurkan kebebasan berpendapat secara bermartabat, serta menghentikan segala bentuk kekerasan maupun perusakan fasilitas umum.
Unair juga mengingatkan publik untuk mewaspadai provokasi yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merugikan masyarakat.
Di sisi lain, gerakan masyarakat diharapkan tetap damai, terorganisir, dan berorientasi pada keadilan.
Lebih jauh, Prof Madyan menyerukan kepada sivitas akademika, mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, hingga alumni, untuk senantiasa menunjukkan kepedulian terhadap kondisi bangsa melalui kontribusi yang konstruktif.
Pernyataan sikap ini ditutup dengan ajakan untuk menjaga diri, menjaga sesama, serta menjaga Indonesia.
“Semoga Allah selalu melindungi kita semua,” tutup Rektor Unair.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















