BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Di tengah derasnya arus informasi di era digital, kemampuan menyampaikan pesan secara tepat, menarik, dan mudah dipahami jadi kunci keberhasilan komunikasi publik.
Menyadari hal ini, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar pembinaan Admin media sosial balai penyuluhan KB dengan fokus peningkatan kualitas desain konten dan strategi komunikasi digital.
“Kegiatan hari Jumat, 15 Agustus 2025 lalu di Ruang Pisang Raja Dinkes P2KB, diikuti 30 peserta aktif dari koordinator dan staf balai penyuluhan KB se-kecamatan. Mereka adalah ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi program bangga kencana di tengah masyarakat,” Ketua Tim Kerja Advokasi, Penggerakan dan Informasi Kependudukan, Irma Rokhmania, Kamis (21/8/2025).
Kata Irma, ini adalah sebuah transformasi digital di tingkat kecamatan. Balai penyuluhan KB memiliki fungsi strategis sebagai pusat kegiatan operasional program bangga kencana di tingkat kecamatan.
“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian hingga pembinaan mitra kerja, semuanya berujung pada satu tujuan, meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui edukasi dan layanan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Namun, tantangan saat ini, kata Irma, tidak lagi hanya sebatas bagaimana menyusun program, tetapi juga menyampaikan pesan agar diterima dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Di sini media sosial memegang peran penting.
“Melalui pembinaan ini, peserta dibekali kemampuan teknis dan strategis dalam membuat dan mengelola konten digital, mencakup tampilan visual yang menarik, konsistensi branding dan identitas lembaga, interaksi aktif dengan audiens, frekuensi serta konsistensi publikasi konten, kepatuhan terhadap regulasi digital dan UU ITE dan etika komunikasi di media sosial,” papar Irma.
Menurut Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dokter Rosyidah, langkah kecil kali ini memiliki dampak yang besar.
Dengan narasumber dari Bidang P2KB Dinkes P2KB dan Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang, kegiatan ini bukan sekadar sesi pelatihan, tetapi menjadi forum strategis untuk mengevaluasi dan merancang ulang pola komunikasi yang telah berjalan.
“Tujuan utamanya jelas menilai efektivitas penyampaian pesan bangga kencana melalui media digital, mengidentifikasi kekuatan dan celah dalam konten yang sudah ada, menyusun rencana editorial yang lebih terarah dan relevan dan memberikan rekomendasi konkret dalam peningkatan kualitas konten digital,” jelas dokter Rosyidah.
Menurut Rosyidah, kegiatan ini bukan wacana, dan mencatatkan hasil menggembirakan, yakni 100% peserta aktif dan antusias mengikuti sesi pembinaan, 100% peserta memahami materi yang disampaikan, seluruh balai KB mempublikasikan kegiatan melalui akun media sosial masing-masing, unggah berita ke laman resmi Dinkes P2KB dan strategi konten dan rencana tindak lanjut telah dirumuskan dengan matang.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, diperkuat dengan aksi nyata,” ungkapnya.
Yang jelas, kata Rosyidah, program bangga kencana bukan hanya program kerja, melainkan gerakan nasional yang menyentuh inti kehidupan, keluarga. Agar pesan hingga pendekatan harus kekinian, masyarakat mendengar, media harus menarik, bahasa harus dekat agar bisa dipahami.
“Melalui pelatihan ini, Balai KB di Kabupaten Lumajang membuktikan kesiapannya untuk bertransformasi, menghadirkan informasi yang berkualitas, beretika, dan berdampak, serta membangun jembatan komunikasi antara program pemerintah dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Bangga Kencana bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang harapan akan masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















