BERITABANGSA.ID, MADIUN – Pernyataan mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004–2009, Siti Fadilah Supari, terkait vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang beredar di media sosial kembali menjadi perhatian publik.
Sejumlah narasi yang berkembang memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait isu efek samping vaksin hingga tudingan bahwa vaksin HPV dapat menyebabkan kemandulan.
Menanggapi polemik tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menegaskan tetap mendukung program vaksinasi HPV sebagai upaya pemerintah dalam mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik, mengatakan vaksin HPV menjadi salah satu program kesehatan yang menyasar anak perempuan usia sekolah.
“Dinas Kesehatan sangat mendukung program tersebut. Vaksin HPV untuk pencegahan kanker leher rahim diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD dan kelas 6, khususnya bagi yang sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi,” ujarnya, Senin (10/08/2026).
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi HPV akan dilakukan secara gratis dan dijadwalkan bersamaan dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus.
“Dilaksanakan nanti bersamaan dengan BIAS pada bulan Agustus. Kalaupun ada pelaksanaan program tersebut, kami sudah siap dengan tenaga kesehatan dan tetap mendukung program pemerintah,” katanya.
Agung Dodik juga menegaskan bahwa program vaksinasi HPV bukan program yang hanya dilaksanakan pada satu tahun tertentu. Vaksinasi tersebut merupakan bagian dari program pencegahan kanker leher rahim yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Setiap tahun, tidak hanya tahun 2027. Sasaran vaksin HPV pada program yang kami laksanakan adalah anak perempuan, karena fungsinya untuk mencegah kanker leher rahim,” tegasnya.
Terkait pernyataan yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan vaksin HPV juga diberikan kepada anak laki-laki, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengaku hingga saat ini belum menerima informasi resmi maupun surat edaran terkait perubahan sasaran program tersebut.
“Kami belum mendapat informasi ataupun surat edaran terkait itu. Tetapi pada dasarnya, sasaran vaksin HPV dalam program yang kami laksanakan adalah anak perempuan,” jelas Agung Dodik
Polemik mengenai vaksin HPV sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredar berbagai narasi di media sosial yang mengaitkan vaksin tersebut dengan isu kemandulan dan efek samping serius. Isu tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi pada anak usia sekolah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun berharap masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi dan tenaga kesehatan, khususnya sebelum mengambil kesimpulan terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Program vaksinasi HPV sendiri merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi Human Papillomavirus yang berkaitan dengan risiko terjadinya kanker leher rahim pada perempuan.
“Kami tetap mendukung program pemerintah dan menyiapkan tenaga kesehatan untuk pelaksanaannya,” pungkasnya.


















