Terkini

MPD, GANN, dan Komnas PA Sinergi Edukasi Anti Narkoba, Perundungan, dan Seks Bebas di Malang

19
×

MPD, GANN, dan Komnas PA Sinergi Edukasi Anti Narkoba, Perundungan, dan Seks Bebas di Malang

Sebarkan artikel ini
MPD
Kepsek SDN 5 Sawojajar Siti Romlah (kiri), Presiden MPD, Imam Muslich (tengah), Ketua DPC GANN Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono (kiri)

BERITABANGSA.ID, KOTA MALANG – Malang Peduli Demokrasi (MPD) bekerja sama dengan Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN), Komnas PA, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang, menggelar sosialisasi parenting di SDN Sawojajar 5, Rabu (23/7/ 2025).

Selain berfokus pada pencegahan narkoba, perundungan, dan seks bebas, sosialisasi yang diinisiasi MPD juga turut menyediakan layanan pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Malang.

Sosialisasi yang bertempat di Jalan Danau Jonge, Sawojajar, Kota Malang, ini dihadiri oleh ratusan orang tua/wali murid dan komite sekolah SDN Sawojajar 5, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat fondasi mental generasi muda di tengah tantangan sosial yang kompleks.

Presiden MPD, Imam Muslich, menegaskan bahwa pembangunan sebuah kota tak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembentukan mental masyarakat.

“Jika bangunan mentalnya tidak tertata, maka akan morat-marit,” ujar Muslich.

Ia menyoroti kekhawatiran serius terkait maraknya kasus seks bebas di kalangan anak di bawah umur, yang acapkali terjadi di tempat kos tanpa pengawasan memadai.

Muslich mendesak Pemerintah Kota Malang untuk segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur ketat keberadaan dan pengawasan kos-kosan, khususnya yang memungkinkan campuran penghuni pria dan wanita tanpa pengawasan langsung.

Muslich menjelaskan, MPD memilih sekolah sebagai pintu masuk sosialisasi agar pesan edukasi dapat langsung tersampaikan kepada orang tua, yang diharapkan kemudian dapat meneruskannya kepada anak-anak di rumah.

Ia juga menyoroti insiden siswa yang dikeluarkan dari sekolah karena kasus viral dan menegaskan bahwa institusi pendidikan seharusnya berfokus pada mendidik dan melindungi, bukan sekadar memberikan sanksi.

Muslich berharap dinas pendidikan dapat memberikan perlindungan yang lebih komprehensif bagi anak-anak dalam situasi serupa di masa mendatang.

Secara terpisah, Ketua DPC GANN Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono, yang akrab disapa Tito, memaparkan strategi utama GANN dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Tito menyatakan GANN berkomitmen untuk secara konsisten memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba, baik dari aspek kesehatan maupun konsekuensi hukum yang serius.

Sebagai langkah konkret, GANN berencana membentuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan dan ranting di desa, guna mempererat hubungan dengan masyarakat dan memfasilitasi pertukaran informasi.

“Kami siap memberikan bimbingan untuk konseling; silakan menghubungi kami di GANN atau MPD,” tutur Tito, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan dan mendapatkan pendampingan gratis.

Tito juga menekankan peran vital orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama terkait penggunaan media sosial dan telepon seluler.

Ia mengidentifikasi kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak sebagai salah satu indikator awal perilaku menyimpang.

Baik GANN maupun MPD berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi ini, menegaskan bahwa permasalahan sosial seperti perundungan dan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan penanganan kontinu dan terpadu dari seluruh elemen masyarakat.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60