Seni Budaya

Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambi dan Pemdes Yosowilangun Kidul Gelar Edukasi Pusaka untuk Mahasiswa KKN

39
×

Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambi dan Pemdes Yosowilangun Kidul Gelar Edukasi Pusaka untuk Mahasiswa KKN

Sebarkan artikel ini
Yosowilangun
Paguyuban Sabdo Aji saat memberikan paparan kepada mahasiswa

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Balai Desa Yosowilangun Kidul, ramai dipadati oleh gabungan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari berbagai universitas, Sabtu, 19 Juli 2025.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti kegiatan edukasi pusaka yang diselenggarakan oleh Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambi bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Yosowilangun Kidul.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan pemahaman tentang nilai-nilai luhur serta filosofi yang terkandung dalam pusaka-pusaka, khususnya keris.

Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Yosowilangun Kidul, Iklima Sulistyorini , menyampaikan pentingnya generasi muda untuk melestarikan budaya adiluhung ini.

“Pusaka bukan hanya sekadar benda, namun juga cerminan sejarah, seni, dan kearifan lokal yang patut kita jaga bersama,” ujarnya.

Dari Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambumi, Abdus Salam sebagai wakil ketua paguyuban menjelaskan secara rinci berbagai jenis keris, pamor, dhapur, hingga makna simbolis di balik setiap ukiran.

“Sebagai Wakil Ketua Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambi saya merasa bangga dan terhormat dapat berbagi pandangan mengenai keris kepada adik adik mahasiswa karena keris adalah sebuah warisan budaya tak benda yang telah diakui Unesco dan menjadi adibusana sekaligus simbol jati diri bangsa kita,” ujar Abdu Salam .

“Keris lebih dari sekadar bilah besi dengan pamor yang indah. Di dalamnya terkandung nilai-nilai filosofis yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal, dan sejarah panjang peradaban Nusantara. Setiap lekuk, setiap pamor, dan setiap bagian dari keris memiliki makna dan cerita tersendiri,” imbuhnya.

Para mahasiswa terlihat antusias menyimak penjelasan, sesekali mengajukan pertanyaan seputar perawatan pusaka dan relevansinya dalam kehidupan moderen.

“Edukasi ini sangat membuka wawasan kami tentang kekayaan budaya Indonesia. Selama ini kami hanya melihat keris sebagai benda mistis, namun ternyata ada ilmu dan filosofi yang mendalam di balinya,” ungkap mahasiswi KKN dari Universitas Jember.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, para mahasiswa KKN dapat menjadi duta-duta pelestari budaya yang akan menyebarkan pemahaman positif tentang pusaka kepada masyarakat luas, terutama di lokasi KKN masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara komunitas pelestari budaya dan pemerintah desa dalam menjaga warisan nenek moyang.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60