Seni Budaya

Tradisi Labuhan Sarangan Kembali Meriahkan Jaga Warisan Leluhur, Dorong Pariwisata

21
×

Tradisi Labuhan Sarangan Kembali Meriahkan Jaga Warisan Leluhur, Dorong Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Labuhan Sarangan
Forkopimda Kabupaten Magetan saat acara Labuhan Larung Tumpeng di Telaga sarangan

BERITABANGSA.ID, MAGETAN – Nuansa sakral bercampur semangat kebersamaan kembali menyelimuti kawasan Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Ribuan warga dan wisatawan antusias menyaksikan ritual Labuhan Sarangan, tradisi tahunan simbol pelestarian tradisi leluhur, dan ritual bersih desa yang terus dijaga hingga
kini.Jumat (16/1/2026).

Acara yang diprakarsai oleh warga Kelurahan Sarangan, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, serta Paguyuban Pelaku Usaha Sarangan ini, dibuka dengan prosesi arak-arakan sesaji menuju Telaga Sarangan.

Sesaji yang terdiri dari berbagai hasil bumi, tumpeng raksasa diarak secara khidmat oleh masyarakat setempat dengan balutan pakaian adat Jawa.

Pelaksanaan Labuhan atau Larung Tumpeng Sarangan ini turut dihadiri Bupati Nanik Sumantri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Joko Trihono, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab.

Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan bahwa tradisi Labuhan Sarangan mengandung nilai-nilai luhur yang sangat kental dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Melalui Labuhan Sarangan ini kita diajarkan nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan manusia.

Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan ditanamkan kepada generasi muda,” katanya

Bupati juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata Magetan tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Sarangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

“Layani wisatawan dengan ramah, jujur, dan bertanggung jawab. Terapkan prinsip Sapta Pesona, aman, tertib, dan nyaman, karena kepuasan wisatawan adalah kehormatan bagi kita semua,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono, mengatakan tradisi Labuhan Sarangan memiliki makna mendalam bagi masyarakat.

“Ini adalah wujud syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, khususnya keberkahan alam di Danau Sarangan. Sekaligus juga sebagai ritual bersih desa, memohon keselamatan dan kemakmuran bagi seluruh warga,” ujarnya di sela-sela acara.

Joko Trihono menambahkan bahwa Labuhan Sarangan merupakan tradisi adat masyarakat Sarangan yang sarat nilai budaya dari para leluhur acara Labuhan Sarangan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, Labuhan Sarangan telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Harapan kami, tradisi ini terus lestari dan ke depan dapat masuk kalender event nasional sebagai kebanggaan Kabupaten Magetan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar ritual, Labuhan Sarangan juga menjadi daya tarik wisata budaya yang unik. Ribuan pasang mata tampak terpukau mengikuti setiap tahapan prosesi, mulai dari doa bersama, larung sesaji ke tengah danau, hingga rebutan hasil bumi yang dipercaya membawa berkah. Para wisatawan domestik maupun mancanegara terlihat sibuk mengabadikan momen langka ini dengan kamera mereka.

“Kami sangat senang melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa tradisi lokal kita memiliki nilai jual tinggi di mata dunia. Kami berharap, kegiatan ini dapat terus lestari dan semakin dikenal, sehingga turut mendongkrak perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku usaha di sekitar Sarangan,” tambah warga Sarangan

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan hanya sekadar seremoni. Ia adalah cerminan identitas, pengikat kebersamaan, dan pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan budaya.

Dengan semangat gotong -royong dan dukungan dari berbagai pihak, tradisi Labuhan Sarangan dipastikan akan terus menjadi permata budaya yang bersinar di kaki Gunung Lawu, Magetan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60