Pendidikan

Kolaborasi Unusa, ITS, dan Bappenas Perkuat Inovasi untuk SDGs

12
×

Kolaborasi Unusa, ITS, dan Bappenas Perkuat Inovasi untuk SDGs

Sebarkan artikel ini
Unusa

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Profesor Rachmat Pambudy, Minggu, (13/7/2025).

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati, yang memperkuat momentum strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan riset untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bappenas menyoroti adanya ketimpangan akses terhadap kebutuhan esensial seperti pangan bergizi dan air bersih yang masih dialami sebagian besar masyarakat.

Menurutnya, tantangan tersebut menuntut hadirnya solusi yang relevan dan dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

Rachmat menegaskan bahwa peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan riset harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.

Kolaborasi yang konsisten dan terintegrasi antara institusi pendidikan dan pemerintah menjadi elemen kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis bukti dan menjangkau kebutuhan paling dasar masyarakat.

Rektor Unusa, Profesor Achmad Jazidie, menyampaikan kesiapan kampus dalam mendukung agenda pembangunan melalui pendekatan teknologi tepat guna.

Ia mencontohkan dua inovasi unggulan yang telah dikembangkan Unusa, yakni insinerator ramah lingkungan sebagai solusi pengolahan sampah, serta Water Treatment Car yang dirancang untuk memberikan akses air bersih di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan sanitasi.

Jazidie menyatakan bahwa inovasi teknologi tidak harus rumit, tetapi mampu memberikan dampak langsung pada keseharian masyarakat.

Ia juga menegaskan kesiapan Unusa untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi memperluas manfaat dari hasil riset yang telah dikembangkan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyoroti kontribusi ITS dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemenuhan jaminan halal melalui pengembangan pusat kajian halal serta sistem pertanian berbasis teknologi.

Menurutnya, keberlanjutan dalam produksi pangan dan kepastian kehalalan menjadi bagian penting dari agenda besar pembangunan berkelanjutan.

Prof. Bambang menyampaikan bahwa ITS telah mengembangkan sejumlah produk pangan inovatif dan sistem pertanian modern untuk memperkuat produksi sayur dan buah lokal.

Kolaborasi antara ITS, Unusa, dan Bappenas akan mempercepat terwujudnya sistem pangan yang tangguh dan inklusif.

Pertemuan strategis ini juga membahas rencana penyusunan roadmap kerja sama riset antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan teknologi tepat guna, ketahanan pangan, sanitasi, dan kesehatan masyarakat.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi kerangka strategis dalam mengintegrasikan hasil riset kampus dengan program prioritas pembangunan nasional.

Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi, pemerintah meyakini bahwa pembangunan yang berbasis pada inovasi dan riset dapat lebih terukur, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60