BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat langkah internasionalisasinya dengan menjalin kemitraan strategis bersama dua institusi pendidikan tinggi Jepang, The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG).
Kerja sama yang ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual pada Jumat, 31 Juli 2026, diarahkan untuk memperluas kolaborasi di bidang riset, pendidikan, pertukaran akademik, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono dan Presiden KCGI sekaligus Principal KCG, Dr. Yoichi Terashita.
Dokumen kerja sama itu menjadi fondasi bagi kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai program internasional, mulai dari penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar serta konferensi ilmiah, hingga pengembangan kurikulum yang berorientasi global.
Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menilai kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke-21 menuntut perguruan tinggi membangun jejaring lintas negara.
Menurutnya, tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga persoalan sosial, tidak lagi dapat direspons secara parsial, melainkan memerlukan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi di berbagai belahan dunia.
“Meski dipisahkan oleh ribuan kilometer dan samudra, teknologi telah mempertemukan visi kita. Hari ini kita membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun kolaborasi yang bermakna,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, riset menjadi salah satu agenda utama. Unusa dan KCGI akan mendorong lahirnya penelitian bersama yang memadukan kapasitas riset berbasis teknologi informasi milik KCGI dengan pengalaman Unusa dalam pengembangan masyarakat.
Sinergi itu diharapkan menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi yang aplikatif.
Kolaborasi penelitian akan mencakup publikasi internasional, pertukaran data ilmiah, pengembangan inovasi, hingga pembentukan jejaring peneliti yang melibatkan akademisi dari kedua institusi.
Bagi Unusa, kerja sama semacam ini menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia dalam ekosistem riset global.
“Kolaborasi ini bukan sekadar memperkaya literatur akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset yang relevan dan berdampak,” kata Tri Yogi.
Selain penelitian, kedua perguruan tinggi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan. Program yang akan dijajaki meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, baik melalui skema virtual maupun mobilitas langsung, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, webinar bersama, serta pengembangan kurikulum yang menyesuaikan dinamika pendidikan global.
Tri Yogi mengatakan pengalaman belajar lintas negara menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Interaksi dengan lingkungan akademik internasional dinilai mampu memperkuat kompetensi profesional, kemampuan beradaptasi terhadap perbedaan budaya, serta memperluas perspektif dalam menyelesaikan persoalan global.
Ia berharap kemitraan tersebut menjadi titik awal hubungan akademik yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang.
Menurutnya, kerja sama antaruniversitas bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga mempertemukan gagasan, pengetahuan, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan penandatanganan MoU ini sebagai simbol terbangunnya jembatan persahabatan, kolaborasi akademik, dan inovasi yang akan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas,” tuturnya.
Kerja sama dengan KCGI dan KCG menambah daftar jejaring internasional yang dibangun Unusa dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kemitraan tersebut, sivitas akademika memperoleh ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam riset internasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat mobilitas akademik, serta memperluas akses terhadap ekosistem pendidikan tinggi bertaraf global.


















