Pendidikan

Tirta Pelita UNAIR Hadirkan Solusi Energi Terbarukan Untuk UMKM Pedesaan

2
×

Tirta Pelita UNAIR Hadirkan Solusi Energi Terbarukan Untuk UMKM Pedesaan

Sebarkan artikel ini
UNAIR

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Banyak pelaku usaha mikro, terutama di wilayah belum terjangkau jaringan listrik. Berangkat dari persoalan itu, Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan solusi berbasis energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Program bertajuk Tirta Pelita itu berlangsung sejak pertengahan Mei hingga awal Agustus 2026. Tidak hanya memasang pembangkit listrik, tim mahasiswa juga mengembangkan model pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan socio-technoe empowerment, yaitu konsep yang mengintegrasikan inovasi teknologi dengan peningkatan kapasitas warga agar mampu mengelola teknologi secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Tirta Pelita, Mei Nor Hafizal, mengatakan program tersebut berawal dari kebutuhan listrik pada kedai UMKM yang dikelola Remaja Masjid Roudhotul Hidayah.

Lokasi kedai yang berada cukup jauh dari jaringan listrik utama membuat aktivitas usaha belum berjalan secara optimal.

Di sisi lain, kawasan tersebut memiliki saluran irigasi dengan aliran air yang stabil sepanjang tahun. Potensi itu kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi pikohidro yang mampu menghasilkan listrik dalam skala kecil dengan biaya operasional yang relatif rendah.

“Kami berfokus pada penerapan Energi Baru Terbarukan melalui implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro yang nantinya juga dirancang untuk dikembangkan bersama remaja masjid dan masyarakat dusun guna menerangi akses jalan menuju lahan pertanian,” ujar Hafizal.

Selain memenuhi kebutuhan energi bagi UMKM, pembangkit tersebut diproyeksikan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, listrik yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas warga, termasuk meningkatkan keamanan akses jalan yang digunakan petani menuju area persawahan.

Program Tirta Pelita juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya transisi energi bersih. Tim mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus mengampanyekan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan tentang energi bersih dan terjangkau, permukiman berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta penguatan kemitraan.

Agar program tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, SRE UNAIR membentuk kelompok kader yang terdiri atas anggota Remaja Masjid Roudhotul Hidayah.

Mereka dibekali kemampuan teknis melalui pelatihan pengoperasian, pemeliharaan, hingga perawatan rutin instalasi PLTPH.

“Tim kader telah diberikan sosialisasi, pelatihan operasional, serta pelatihan perawatan sehingga mampu mengelola instalasi secara mandiri setelah program pengabdian selesai,” kata Hafizal.

Selama proses pembangunan, tim sempat menghadapi sejumlah kendala teknis yang berkaitan dengan implementasi pembangkit di lapangan.

Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi bersama masyarakat yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pemasangan sistem.

Keterlibatan warga menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan, tim berharap tumbuh rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun sehingga keberlangsungan pembangkit dapat terus terjaga dan berkembang sesuai kebutuhan desa.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60