Pendidikan

Pakar Hidrodinamika ITS Bongkar Faktor Teknis di Balik Insiden KM Virgo Transport 8

1
×

Pakar Hidrodinamika ITS Bongkar Faktor Teknis di Balik Insiden KM Virgo Transport 8

Sebarkan artikel ini
ITS
Pakar Hidrodinamika ITS Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama tanggapi soal dugaan penyebab terbaliknya KM Virgo Transport 8 di hadapan awak media.

Selain faktor desain, IKAP juga melihat kemungkinan masuknya air dalam jumlah besar ke badan kapal sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Air dapat masuk akibat cuaca buruk, gelombang tinggi, maupun kondisi pintu ramp atau ramp door yang tidak tertutup rapat atau tidak kedap air.

Masuknya air ke dek kapal dapat menimbulkan efek permukaan bebas atau sloshing effect, terutama apabila sistem pompa air tidak mampu mengatasi volume air yang masuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kapal mengalami gerakan yang tidak stabil.

“Risiko ini semakin diperparah jika kendaraan yang dimuat tidak diikat dengan benar, sehingga bergeser dan mengubah titik pusat massa kapal secara drastis,” ungkap IKAP.

Selain aspek teknis kapal, IKAP juga menyoroti pentingnya edukasi keselamatan bagi penumpang. Menurut dia, pemahaman mengenai prosedur darurat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika terjadi kecelakaan pelayaran.

Ia menyebut standar keselamatan pelayaran idealnya mewajibkan adanya safety induction atau pengarahan keselamatan kepada seluruh penumpang sebelum kapal berangkat.

“Hal ini krusial untuk memastikan penumpang memahami langkah evakuasi mandiri guna mengantisipasi situasi darurat di tengah laut yang tidak terduga,” ujarnya.

IKAP yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Sains dan Teknologi Kelautan-Kebumian ITS menyampaikan bahwa peningkatan standar keselamatan pelayaran berkaitan dengan pembangunan infrastruktur transportasi laut yang aman dan tangguh.

Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem transportasi yang lebih aman.

Selain itu, penerapan standar keselamatan pelayaran juga mendukung SDGs poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan sistem transportasi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara peningkatan kesiapan awak kapal serta edukasi keselamatan bagi penumpang turut berkaitan dengan SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60