Pendidikan

Selawat Merah Putih di Khadijah Surabaya, Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Persatuan

6
×

Selawat Merah Putih di Khadijah Surabaya, Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Khadijah
Suasana saat acara "Sholawat Merah Putih" Yayasan Khadijah Surabaya.

Bagi siswa Khadijah, pesan itu menjadi semakin penting. Mereka tumbuh dalam situasi yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Arus informasi bergerak cepat, media sosial membentuk opini, sementara teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru.

Dalam situasi semacam itu, akhlak menjadi semacam kompas. Kecerdasan tanpa integritas dapat kehilangan arah. Prestasi tanpa kerendahan hati dapat berubah menjadi kesombongan. Penguasaan teknologi tanpa tanggung jawab juga dapat melahirkan persoalan baru.

Karena itu, meneladani Rasulullah bukan berarti sekadar memperbanyak seremoni keagamaan. Nilai keteladanan itu harus terlihat dalam perilaku siswa: bagaimana mereka berbicara kepada guru, memperlakukan teman, menggunakan media sosial, menyelesaikan tugas, menghormati orang tua dan merespons perbedaan.

Khadijah
Ketua Umum Yayasan Khadijah, Hj. Masruroh Wachid saat sambutan.

Akhlak Rasulullah juga penting sebagai fondasi kepemimpinan. Generasi yang sejak dini dibiasakan dengan kejujuran, amanah, kesabaran, keberanian dan kepedulian terhadap sesama akan memiliki modal moral ketika kelak berada di tengah masyarakat.

“Semoga anak-anak Khadijah kelak menjadi pemimpin yang amanah dan berakhlak mulia,” kata Masruroh.

Di titik itulah Selawat Merah Putih menemukan maknanya. Merah putih yang berkibar di tengah lantunan selawat bukan sekadar ornamen acara.

Ia menjadi simbol pertemuan dua kecintaan: kecintaan kepada Rasulullah sebagai teladan akhlak dan kecintaan kepada Indonesia sebagai tanah air.

Bagi dunia pendidikan, perpaduan tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial dan kesadaran kebangsaan.

Di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya, nilai itu ditanamkan sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah, agar keteladanan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan para siswa.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60