Pendidikan

Selawat Merah Putih di Khadijah Surabaya, Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Persatuan

6
×

Selawat Merah Putih di Khadijah Surabaya, Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Khadijah
Suasana saat acara "Sholawat Merah Putih" Yayasan Khadijah Surabaya.

Sementara kerja keras merupakan karakter yang tidak kalah penting. Prestasi akademik maupun nonakademik tidak lahir dari keinginan semata, melainkan melalui proses panjang, disiplin dan ketekunan. Nilai-nilai semacam inilah yang semestinya diterjemahkan dari peringatan Maulid ke dalam kehidupan siswa sehari-hari.

Masruroh juga mengajak para siswa untuk tidak mempertentangkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Menurut dia, umat Islam memiliki tradisi keilmuan yang panjang dan kontribusi besar terhadap perkembangan berbagai disiplin ilmu.

Ia menyebut aljabar, ilmu kedokteran dan ilmu perbintangan sebagai bagian dari khazanah keilmuan yang berkembang dalam peradaban Islam. Karena itu, menurut dia, siswa Khadijah harus memiliki semangat membaca dan belajar secara luas.

“Semua ilmu yang sekarang dipelajari, baik aljabar, ilmu kedokteran, ilmu perbintangan atau yang lainnya, merupakan penemuan oleh ulama-ulama Islam terdahulu yang kesemuanya bersumber dari Al-Qur’an,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Masruroh untuk menekankan pentingnya tradisi membaca dan belajar dalam Islam. Ia kemudian mengaitkannya dengan perintah “Iqra” dalam wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, membaca tidak semestinya dimaknai secara sempit sebagai aktivitas memahami teks. Membaca juga berarti memahami alam, kehidupan dan berbagai fenomena yang menjadi bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.

“Maka bacalah semua yang ada di alam ini sebagai bentuk bahwa manusia adalah makhluk Allah, sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.

Dalam konteks pendidikan modern, gagasan tersebut memiliki relevansi tersendiri. Siswa tidak cukup hanya menguasai informasi, tetapi perlu memiliki kemampuan memahami, mengkritisi dan mengembangkan pengetahuan.

Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, justru membuat kemampuan membaca realitas menjadi semakin penting.

Masruroh juga menyinggung peristiwa Isra Mi’raj sebagai salah satu peristiwa luar biasa dalam perjalanan kenabian Muhammad SAW.

Ia memandang peristiwa tersebut sebagai gambaran mengenai keterbatasan manusia yang tidak selalu menjadi batas bagi kekuasaan Allah.

“Peristiwa Isra Mi’raj itu adalah sinyal dari Allah bahwa Nabi mampu menembus batas, batas keilmuan maupun batas teknologi,” katanya.

Ia menegaskan, pembelajaran ilmu pengetahuan umum tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar keagamaannya. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman semestinya dapat berjalan beriringan.

“Jangan salah, ketika kita belajar ilmu umum kemudian melupakan Islam, itu tidak benar,” ujar Masruroh.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan panduan mengenai berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari persoalan moral hingga kehidupan sosial dan peradaban. Namun, menurut dia, pemahaman tersebut membutuhkan budaya membaca dan belajar yang terus-menerus.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60