BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) mengukuhkan 1.796 mahasiswa baru program pascasarjana, profesi, spesialis, dan subspesialis di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Surabaya, Kamis (6/8/2026).
Dalam pengukuhan tersebut, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengingatkan mahasiswa agar menjadikan Excellence with Morality sebagai pijakan selama menjalani pendidikan hingga berkontribusi di masyarakat.
Jumlah mahasiswa yang dikukuhkan terdiri atas 370 mahasiswa Program Doktor, 923 mahasiswa Program Magister, 60 mahasiswa Program Subspesialis, 345 mahasiswa Program Spesialis, dan 98 mahasiswa Program Profesi.
Madyan mengatakan keputusan melanjutkan studi di UNAIR bukan sekadar memilih tempat belajar, tetapi menjadi langkah penting dalam perjalanan akademik dan profesional.
Menurutnya, kampus merupakan ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pembelajaran, penelitian, kolaborasi, serta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini, kita menyambut hadirnya para akademisi, peneliti, profesional, dan calon pemimpin masa depan. Para akademisi yang akan menjadi bagian dari perjalanan panjang UNAIR dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, UNAIR dibangun sebagai academic community yang berlandaskan nilai Excellence with Morality. Nilai tersebut, kata dia, diwujudkan melalui budaya UNAIR HEBAT yang menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika.
Madyan menjelaskan, nilai Honest dan Helpful mendorong setiap insan akademik untuk menjunjung kejujuran, rendah hati, percaya diri, serta mampu bekerja sama.
Sementara Excellent mengajarkan pentingnya disiplin, kerja keras, dan profesionalisme dalam menghasilkan karya terbaik.
Selain itu, nilai Brave dimaknai sebagai keberanian yang disertai tanggung jawab, kepemimpinan, serta komitmen terhadap keadilan dan amanah. Adapun Agile mengajak mahasiswa berpikir kritis, adaptif, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Nilai terakhir, yakni Transcendent, menurut Madyan, menegaskan bahwa insan akademik tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan, religiusitas, dan kepedulian sosial.
“Nilai-nilai inilah yang akan membimbing mahasiswa menjadi pribadi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Madyan juga mengingatkan bahwa berbagai prestasi yang diraih UNAIR selama ini merupakan hasil kerja sama seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari peringkat maupun penghargaan, tetapi dari kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia meminta mahasiswa pascasarjana ikut menjaga dan memperkuat reputasi akademik UNAIR melalui karya ilmiah, integritas, kolaborasi, dan kontribusi nyata.
“Sebagai keluarga besar UNAIR, Bapak atau Ibu mahasiswa Pascasarjana memiliki peran penting untuk turut menjaga dan memperkuat reputasi akademik UNAIR. Hal itu melalui karya-karya terbaik, integritas, semangat kolaborasi, dan kontribusi,” tegasnya.
Madyan menambahkan, UNAIR akan terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan penelitian melalui penyediaan fasilitas akademik maupun sarana penunjang lainnya.
Ia berharap mahasiswa memanfaatkan seluruh fasilitas tersebut untuk memperluas wawasan, memperdalam keilmuan, serta membangun jejaring dengan dosen, profesor, peneliti, dan sesama mahasiswa.
“Saya berharap Bapak atau Ibu dapat memanfaatkan berbagai fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari perjalanan akademik di UNAIR. Gunakan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, memperdalam keilmuan, serta membangun kolaborasi dengan para dosen, profesor, dan sesama mahasiswa,” pesannya.


















