Regional Director Indonesia, Deddy Sahbana, menilai pencapaian tersebut bukanlah hasil yang diperoleh dalam waktu singkat.
Menurut dia, kualitas Summer telah terlihat sejak mengikuti ajang Putra Putri Kebudayaan Cilik Remaja Nusantara 2025.
“Summer memiliki kemampuan yang luar biasa, baik sebagai model maupun sebagai beauty queen. Sejak mengikuti ajang nasional Putra Putri Kebudayaan Cilik Remaja Nusantara 2025, bakatnya sudah terlihat. Dengan kecerdasan dan kemampuannya mengikuti seluruh rangkaian karantina, ia kemudian dinobatkan sebagai Winner Putri Kebudayaan Cilik Nusantara 2025,” ujar Deddy.
Menurut Deddy, pengalaman berkompetisi di tingkat nasional menjadi fondasi penting sebelum Summer tampil membawa nama Indonesia di ajang internasional.
Konsistensi selama menjalani seluruh tahapan kompetisi menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya meraih penghargaan tersebut.
“Summer memiliki prestasi yang gemilang. Saat dipercaya menjadi delegasi Indonesia pada World Junior Tourism Ambassador 2026, ia mampu menjaga konsistensi sejak awal karantina hingga grand final sehingga berhasil meraih gelar Junior Culture Ambassador,” katanya.
Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Summer. Ibundanya, Natalia Citro, mengatakan putrinya telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia seni sejak usia dini.

Menurut Natalia, Summer memiliki bakat di berbagai bidang, mulai dari menyanyi, modelling, bermain piano, menggambar, hingga berbagai aktivitas seni lainnya.
Sejak berusia sekitar enam setengah tahun, Summer mulai mengikuti pelatihan modelling dan secara rutin mengembangkan kemampuan melalui latihan serta pembinaan secara intensif.
“Sejak kecil minat dan bakat Summer memang berada di dunia seni. Ia terus mengasah kemampuannya melalui latihan setiap hari sehingga berhasil meraih berbagai prestasi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasasional. Pada 2025, Summer juga dipercaya menjadi Delegasi Indonesia untuk tampil menyanyi di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai Duta Budaya,” ujar Natalia.
Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Kompetisi internasional tidak hanya menjadi arena untuk meraih gelar, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta mengembangkan kemampuan komunikasi, memperluas jejaring lintas negara, serta memahami keberagaman budaya melalui interaksi langsung dengan delegasi dari berbagai belahan dunia.


















