BERITABANGSA.ID, TULUNGAGUNG – Suasana hangat penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Nurul Iman, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Ratusan jamaah dari berbagai kalangan memadati masjid untuk mengikuti pengajian umum dan selapanan majelis ilmu, Minggu (26/7/2026) malam.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama para ulama, tokoh masyarakat, muslimat, fatayat NU, dan warga sekitar berbaur di acara.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin bersyukur kegiatan ini terlaksana untuk membangun karakter masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia.
Dia mengapresiasi seluruh panitia, takmir Masjid Nurul Iman, dan warga yang menjadikan pengajian sebagai sarana memperkuat persatuan masyarakat.
“Majelis ilmu seperti ini bukan hanya menjadi tempat menimba pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan warga,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa keberadaan sebuah masjid tidak cukup dinilai dari kemegahan bangunannya semata. Menurutnya, kemuliaan masjid justru tercermin dari banyaknya aktivitas ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat.
Dia pun mengajak para orang tua untuk tidak ragu membawa anak-anak mereka ke masjid sejak usia dini.
“Jangan takut masjid menjadi ramai oleh suara anak-anak. Justru itu pertanda baik bahwa generasi penerus sedang dikenalkan dengan rumah Allah dan dibiasakan mencintai ibadah sejak kecil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menanamkan dua nilai utama dalam kehidupan, yakni kesabaran ketika menghadapi ujian dan rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Kedua sikap tersebut, menurutnya, merupakan fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh, damai, dan harmonis.
Bahaudin berharap pengajian dan selapanan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara istikamah.
Suasana majelis semakin hangat ketika memasuki sesi tausiah, dari penceramah,
Al-Ustaz Saladin Ali Raja, yang akrab disapa Gus Saladin.
Di awali sapaan, Gus Saladin, mengajak seluruh jamaah seluruh hadirin memanjatkan doa agar Allah SWT melimpahkan keberkahan, kelapangan rezeki, kesehatan, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Suasana malam itu semakin khidmat ketika tausiah dimulai.
Melalui kegiatan keagamaan yang terus terjaga, Masjid Nurul Iman kembali membuktikan perannya sebagai pusat pembinaan umat, lahirnya nilai-nilai persaudaraan, dan benteng moral bagi generasi muda di Kabupaten Tulungagung.


















