BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Hampir dua pekan masyarakat Bojonegoro mengeluh sulitnya mendapatkan LPG bersubsidi tabung 3 Kg (melon).
Sejumlah pangkalan disebut kehabisan stok, sementara di tingkat pengecer harga gas melon bahkan mencapai Rp26 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Bima Rahmat, warga Dusun Madean, Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, mengaku harus berkeliling ke sejumlah pangkalan LPG di wilayah Kota Bojonegoro. Namun upayanya tak membuahkan hasil.
“Sudah muter ke beberapa pangkalan, tapi kosong semua. Kalaupun ada di warung harganya sampai Rp26 ribu per tabung,” ujarnya.
Karena kesulitan memperoleh LPG bersubsidi, Rahmat mengaku sempat mengikuti seorang pengantar LPG yang membawa sejumlah tabung menggunakan sepeda motor dengan karung hitam di sisi kanan dan kiri. Saat pengantar tersebut mengirim gas ke sebuah warung, Rahmat kemudian meminta nomor teleponnya agar bisa menghubungi langsung ketika membutuhkan LPG.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop) Kabupaten Bojonegoro Moh. Akhmadi, mengatakan hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga menunjukkan pasokan LPG 3 kilogram ke Bojonegoro masih sesuai kuota.
“Kelangkaan dikarenakan panic buying dan faktor musiman (musim kemarau),” jelasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024, HET LPG 3 kilogram di pangkalan resmi sebesar Rp18.000 per tabung. Sementara harga Rp26.000 yang ditemukan warga berada di tingkat pengecer yang tidak diatur secara langsung oleh pemerintah maupun Pertamina.
Disdagkop juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait kemungkinan pelaksanaan operasi pasar.
“Untuk masyarakat yang menemukan pangkalan menjual di atas HET atau mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram diminta melapor melalui Call Center Pertamina 135 atau email [email protected],” pungkasnya, Jumat (24/7/2026).
Penulis : Suyati


















