Pendidikan

Aksara Berdaya, Program UT Surabaya Tingkatkan Literasi dan Kemandirian

6
×

Aksara Berdaya, Program UT Surabaya Tingkatkan Literasi dan Kemandirian

Sebarkan artikel ini
UT Surabaya
Momen saat kegiatan Aksara Berdaya bersama ibu-ibu PKK Desa Katol Timur, Bangkalan.

Melalui metode tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, melainkan turut berperan aktif dalam menentukan arah dan keberhasilan program.

“Aksara Berdaya tidak hanya mengajarkan kemampuan literasi dasar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, keberanian, dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal yang mereka miliki. Kearifan lokal Madura menjadi media pembelajaran yang sangat efektif karena dekat dengan kehidupan peserta dan mampu membangun rasa memiliki terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Yunita Pancasari. Ia mengaku melihat secara langsung antusiasme masyarakat selama program berlangsung.

Menurutnya, para peserta menunjukkan semangat belajar yang tinggi karena merasa mendapatkan ruang untuk berkembang dan dihargai sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

“Kami melihat ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa dihargai, didengarkan, dan diberi kesempatan untuk terus belajar. Program ini membantu masyarakat menjadi lebih percaya diri serta memiliki keterampilan yang dapat mendukung kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Prof. Dr. Suparti, M.Pd., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Karena itu, setiap program yang dijalankan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Menurutnya, Aksara Berdaya menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UT Surabaya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Universitas Terbuka berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui Aksara Berdaya, kami berharap lahir komunitas belajar yang mandiri, perempuan yang semakin berdaya, serta masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya melalui pendidikan dan penguatan potensi lokal,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi pemetaan kebutuhan literasi masyarakat, penyelenggaraan kelas literasi fungsional, integrasi kearifan lokal Madura dalam proses pembelajaran, penguatan literasi ekonomi dan digital sederhana, pelaksanaan proyek komunitas, hingga pendampingan berkelanjutan.

Sasaran program mencakup perempuan, ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, serta warga aktif di lingkungan desa dengan jumlah peserta sekitar 40 orang.

Melalui pendekatan yang partisipatif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga didorong untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini juga diharapkan menghasilkan berbagai luaran strategis, mulai dari peningkatan kemampuan literasi masyarakat, penyusunan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Madura, lahirnya produk dan karya masyarakat, publikasi ilmiah maupun pengabdian, hingga terbentuknya model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa.

Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia di wilayah pedesaan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pendamping sosial, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembelajaran sepanjang hayat.

Melalui penguatan literasi yang berpijak pada budaya lokal, perempuan desa memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kapasitas diri, memperkuat peran dalam keluarga, serta meningkatkan kontribusi bagi pembangunan sosial dan ekonomi di lingkungannya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60