Terkini

Silent Epidemic HIV di Indonesia, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan dan Ekonomi

1
×

Silent Epidemic HIV di Indonesia, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
HIV
Gambar ilustrasi. Oleh AI

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Di tengah perhatian publik yang tersita oleh stunting, tuberkulosis, serta meningkatnya kasus penyakit tidak menular, epidemi HIV terus bergerak dalam diam. Tidak seperti pandemi Covid-19 yang menghadirkan kepanikan massal, penyebaran HIV berlangsung tanpa gejolak yang terlihat.

Namun dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, produktivitas tenaga kerja, dan pembangunan nasional tidak dapat dianggap remeh.

Perkembangan HIV di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi tantangan besar kesehatan publik.

Ketika banyak negara berhasil menekan angka infeksi baru secara signifikan melalui deteksi dini, edukasi, dan akses pengobatan yang luas, Indonesia justru masih menghadapi kesenjangan besar dalam penemuan kasus dan keberlanjutan terapi.

Data Kementerian Kesehatan pada 2025 memperkirakan terdapat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui statusnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 67 persen menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara hanya sekitar 55 persen yang berhasil mencapai supresi virus.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir separuh ODHIV di Indonesia masih berada di luar sistem pengobatan yang optimal.

Mereka belum terdiagnosis, belum mendapatkan terapi, atau belum mencapai keberhasilan pengobatan yang dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi.

Situasi itu turut menjelaskan posisi Indonesia dalam peta epidemi global. Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang hidup dengan HIV dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV.

Posisi tersebut menjadi alarm bahwa HIV bukan lagi persoalan kesehatan yang berada di pinggiran agenda pembangunan, melainkan isu strategis yang menyentuh masa depan kualitas sumber daya manusia.

Kemajuan ilmu kedokteran sebenarnya telah mengubah wajah HIV secara fundamental. Jika pada dekade-dekade sebelumnya HIV identik dengan penyakit mematikan, kini kondisi tersebut dapat dikendalikan melalui terapi ARV yang efektif.

Pasien yang menjalani pengobatan secara disiplin mampu mempertahankan kualitas hidup yang baik dan memiliki harapan hidup yang mendekati populasi umum.

Lebih jauh lagi, konsep Undetectable = Untransmittable (U=U) telah mengubah paradigma penanganan HIV modern. Ketika jumlah virus dalam tubuh berhasil ditekan hingga tidak terdeteksi melalui terapi yang konsisten, risiko penularan seksual praktis menjadi nol. Artinya, pengobatan tidak hanya melindungi pasien, tetapi juga berperan penting dalam memutus rantai penularan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60