Terkini

Silent Epidemic HIV di Indonesia, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan dan Ekonomi

1
×

Silent Epidemic HIV di Indonesia, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
HIV
Gambar ilustrasi. Oleh AI

Jaringan sosial maupun relasi seksual menjadi lebih luas dan lebih dinamis dibandingkan sebelumnya. Sayangnya, perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual.

Karena itu, strategi penanggulangan HIV perlu bergerak melampaui pendekatan kuratif semata. Upaya pencegahan dan deteksi dini harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

Edukasi publik mengenai faktor risiko penularan HIV perlu dilakukan secara lebih sistematis, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah.

Masyarakat harus memahami bagaimana HIV ditularkan, bagaimana cara mencegahnya, serta pentingnya perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab.

Di saat yang sama, akses terhadap layanan tes HIV perlu diperluas. Pemeriksaan HIV harus menjadi layanan kesehatan yang mudah dijangkau, cepat, terjangkau, dan bebas diskriminasi.

Penguatan skrining pada ibu hamil, pasangan ODHIV, serta kelompok dengan risiko tinggi menjadi langkah penting untuk mempercepat penemuan kasus.

Setiap individu yang terdiagnosis juga harus segera mendapatkan akses terapi ARV tanpa hambatan. Kesenjangan antara jumlah penderita yang mengetahui statusnya dan mereka yang menjalani pengobatan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Menutup kesenjangan tersebut merupakan syarat utama apabila Indonesia ingin mencapai target global 95-95-95 pada 2030, yakni 95 persen mengetahui status HIV, 95 persen mendapatkan terapi, dan 95 persen mencapai supresi virus.

Selain itu, pemanfaatan metode pencegahan modern seperti Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) perlu diperluas.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa PrEP mampu menurunkan risiko infeksi HIV secara signifikan pada kelompok yang memiliki risiko tinggi ketika digunakan secara konsisten dan sesuai anjuran medis.

Dengan jumlah penduduk yang besar, mobilitas sosial yang tinggi, serta dominasi kasus pada kelompok usia produktif, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam pengendalian HIV.

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan tersedianya berbagai instrumen pencegahan maupun pengobatan, keberhasilan pengendalian epidemi akan sangat ditentukan oleh kemampuan menemukan kasus lebih awal, menghapus stigma, serta memastikan setiap orang yang terdiagnosis memperoleh akses pengobatan yang berkelanjutan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60