BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) 2026 digelar di Sidoarjo, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center itu dihadiri ratusan direksi BPR/BPRS dari seluruh Indonesia, serta sejumlah pejabat daerah dan regulator. Rakernas kali ini fokus dalam memperkuat peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam mendorong ekonomi daerah dan pengembangan UMKM.
Ketua PERBAMIDA Sofia Nurkrisnajati Atmaja menegaskan, forum ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan industri.
“Harapannya, peserta tidak hanya membawa materi, tetapi juga semangat baru dan kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Menurut Sofia, BPR/BPRS memiliki posisi strategis dalam memperluas akses keuangan, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang belum terjangkau perbankan umum.
Selain itu, Sofia yang juga Direktur Utama Bank milik Pemkab Sidoarjo itu mengatakan, BPR memiliki posisi yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga mampu memahami kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah. Oleh karena itu, kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan peran tersebut.
“Kolaborasi BPR dan Pemkab adalah kunci untuk menghidupkan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tema yang diangkat dalam seminar nasional tahun ini mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan daerah dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah daerah, BPR diharapkan dapat lebih leluasa dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, sekaligus meningkatkan kualitas layanan keuangan yang diberikan kepada masyarakat,” jelas Sofia.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya mengatakan, BPR sebagai mitra penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya untuk menjangkau sektor informal.
Emil juga menekankan pentingnya transformasi digital agar BPR mampu meningkatkan daya saing dan kualitas layanan.
“BPR perlu adaptif, baik dari sisi teknologi maupun penguatan SDM,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rohman, Ia berharap Rakernas ini membawa dampak langsung bagi perekonomian daerah, terutama melalui penguatan kerja sama dan peningkatan kapasitas lembaga.


















